30 January 2022, 11:10 WIB

KLHK Lakukan Aksi Bersih Mangrove Bali Bersama Generasi Muda


Atalya Puspa |

WAKIL Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo menyusuri Estuari Dam Suwung menggunakan perahu untuk melihat langsung Aksi Bersih Mangrove menggunakan kano, Sabtu, (29/01).

Aksi ini melibatkan peserta sebanyak 81 orang yang berasal dari 15 komunitas di Bali, Kementerin Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK), Green Leadership Indonesia dan Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL).

Aksi bersih mangrove di Dam yang berada di kawasan Mangrove Conservation Forest di Denpasar tersebut berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 995 kg yang selanjutnya akan dipilah dan dimanfaatkan kembali.

Baca jugaTriwulan 1 Vaksin Booster Fokus Gunakan AstraZeneca

Kegiatan Aksi Bersih Mangrove ini menjadi bagian dari persiapan Bali sebagai tuan rumah penyelenggaran pertemuan G20 di mana mangrove dikawasan tersebut akan menjadi lokasi show case keberhasilah rehabilitasi mangrove di Indonesia kepada para pemimpin negara G20.

Wakil Menteri Alue Dohong memuji keterlibatan aktif komunitas dan para generasi muda pada aksi tersebut.

“Saya merasa senang dengan penyelenggaraan acara Aksi Bersih Mangrove yang dilakukan selama tiga hari terakhir ini, apalagi dengan keikutsertaan komunitas dan anak-anak muda yang penuh semangat dan peduli dengan kelestarian lingkungan terutama di kawasan hutan mangrove,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (29/1).

Alue pun menjeaskan tentang pentingnya keberadaan hutan mangrove bagi lingkungan hidup yakni sebagai tumbuhan yang mampu menahan arus air laut yang mengikis daratan pantai dan juga memiliki fungsi sebagai penyerap gas karbondioksida (CO2) dan penghasil oksigen (O2). Selain ituhutan mangrove memiliki peran sebagai tempat hidup berbagai macam biota laut seperti ikan-ikan kecil untuk berlindung dan mencari makan.

Ia berharap semua pihak dapat saling bahu membahu menjaga hutan mangrove, bahkan mengkonservasinya dalam rangka penjagaan dan pelestarian hutan agar fungsi-fungsi mangrove dapat dioptimalkan sebaik mungkin.

"Mari kita terus menjaga ekosistem mangrove ini dari pencemaran yang berasal dari sampah yang kemarin-kemarin kita bisa lihat juga di tempat ini. Kawasan Waduk Muara ini juga dapat menjadi salah satu cara untuk dapat menjadi filter bagi sampah-sampah yang akan masuk ke muara,” ucapnya.

Sementara itu Wamen PUPR Jhon Wempi pun mengucapkan terimakasih atas upaya semua pihak yang terlibat aktif dalam kegiatan Aksi Bersih Mangrove dalam menyambut KTT G20.

“Saya berharap aksi ini terus berjalan dan dapat mengubah perilaku dan mental kita semua untuk tetap disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan kita,” ujarnya.

Wamen PUPR menyatakan bahwa Bapak Presiden Joko Widodo telah memberikan penugasan khusus kepada Kementerian PUPR untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur untuk mendukung Persiapan Presidensi Indonesia dalam KTT G20 di Bali.

Agar tidak merusak mangrove, Kementerian PUPR akan mengoptimalkan penggunaan material bambu, kayu dan unsur alami serta mengurangi penggunaan beton. Kegiatan yang telah dimulai sejak awal Januari ini ditargetkan selesai pada bulan September, sehingga pada Oktober 2022 lokasi ini telah siap untuk menjadi Show Case Mangrove saat perhelatan KTT G20.

Momen Acara Aksi Bersih Mangrove ini juga bertepatan dengan Rahajeng Rahine Tumpek Kandang/Tumpek Uye yang dirayakan oleh umat Hindu setiap 6 bulan sekali, dimana upacara tumpek ini membawa misi pelestarian lingkungan baik lingkungan alam maupun lingkungan budaya. Pelestarian lingkungan alam ditujukan untuk keselamatan bumi pertiwi.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan satu set jaring sampah kepada komunitas nelayan Batu Lumbang yang akan digunakan sebagai penahan sampah yang berasal dari sungai menuju laut di sekitar muara Loloan Batu Lumbang. Selain itu juga dilakukan pelepasan bibit ikan nila di Waduk Muara Nusa Dua. (H-3)

BERITA TERKAIT