28 January 2022, 09:08 WIB

Gempa Guncang Selatan Jabar, BMKG Pastikan tak Berpotensi Tsunami


Atalya Puspa | Humaniora

WILAYAH Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian Selatan diguncang gempa tektonik pada Kamis (27/1) pukul 23.03.06 WIB.

Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Daryono mengungkapkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki magnitudo M5,2. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,81° LS ; 108,09° BT tepatnya di laut pada jarak 130 km arah selatan Pangandaran, Jawa Barat, dengan kedalaman 42 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya deformasi atau patahan dalam Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia," kata Daryono dalam keterangan resmi, Jumat (28/1).

Baca juga: BMKG: Gempa Sulut Akibat Deformasi Lempeng Laut Maluku

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme kombinasi pergerakan turun mendatar (oblique normal).

Guncangan gempa ini dirasakan di Pangandaran, Cilacap dan Kebumen dalam skala intensitas III-IV MMI beberapa warga sempat terbangun merasakan guncangan gempa ini, sementara Tasikmalaya, Banjar dan Ciamis dalam skala intensitas III MMI. Gempa juga dirasakan di Garut dan Periangan dengan skala intensitas II MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

"Hingga hari Jumat pagi, 28 Januari 2022 hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershocks)," pungkas Daryono.(OL-5)

BERITA TERKAIT