27 January 2022, 22:30 WIB

Menulis Itu Jangan Banyak Teori


Abid Prayoga Hutomo, Biro Komunikasi Publik BSSN |

"IBARAT orang belajar naik sepeda, tidak bisa hanya teori tetapi harus praktik. Begitu pula dengan menulis," ungkap Direktur Pengelolaan Media Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Nursodik Gunarjo saat membuka acara bimbingan teknis (bimtek) penulisan siaran pers batch kedua, Kamis (27/1) di The Margo Hotel Depok, Jawa Barat.

Nursodik juga menyampaikan bahwa kebanyakan konten yang diproduksi humas pemerintah tingkat keterbacaannya rendah dan cenderung tidak menarik. Oleh karena itu, bimtek ini dianggap cukup penting dalam meningkatkan kualitas konten khususnya siaran pers pemerintah.

Bimtek yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini diikuti 37 peserta dari kementerian/lembaga di wilayah pusat. Ajang ini menghadirkan 3 (tiga) narasumber ahli di bidang jurnalistik dan linguistik dari Media Indonesia.

Redaktur opini Eko Suprihatno menyampaikan materi mengenai menata siaran pers yang efektif. Dalam penjelasannya, Eko menyampaikan sejumlah poin penting dalam menyusun siaran pers antara lain menggunakan kalimat efektif, diksi yang tepat, hilangkan kata-kata mubazir, dan fokus pada sudut pandang yang akan diulas.

Selanjutnya, redaktur bahasa Dony Tjiptonugroho menyampaikan materi berjudul Tepat Berbahasa. Dalam pemaparannya, ia membahas secara detail mengenai kata baku, kata hubung, pasangan kata dan bagaimana membuat struktur kalimat yang tepat. Menutup sesi penyampaian materi, redaktur ekonomi Raja Suhud mengajak seluruh peserta untuk berdiskusi membahas isu-isu yang akan diangkat dalam gelaran G-20, dan Indonesia presidensi khususnya apa yang perlu dipersiapkan humas pemerintah agar publik dan media perlu dan harus tahu. (O-2)

Peserta Bimbingan Teknik Penulisan Siaran Pers Ditjen IKP Kominfo
 

BERITA TERKAIT