27 January 2022, 21:14 WIB

Sukseskan G20, Humas Pemerintahan Belajar Cara Menulis Siaran Pers yang Baik


Faustinus Nua | Humaniora

DIREKTORAT Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) Kemenkominfo kembali menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Siaran Pers Batch II bagi humas kementerian dan lembaga. Kegiatan yang diselenggarakan itu ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta menulis siaran pers yang baik dalam mendukung suksesnya Presidensi Indonesia di G-20.

"Ini sangat bermanfaat dan mendukung kinerja humas kementerian. Kami juga di sini diberitahukan tentang G-20, sehingga nanti kami siap menyongsong dan menyukseskan informasi publik G-20," ujar salah satu peserta Umi Gita selaku humas Kementerian BUMN dalam kegiatan bimtek pada Kamis (27/1).

Gita mengakui mendapat banyak hal bermanfaat dari pelatihan tersebut. Dirinya tidak hanya mendapat pengetahuan terkait penulisan siaran pers tetapi juga penulisan opini dan penggunaan tata bahasa yang baik.

Peserta lain, Hairu Nisa dari Biro Humas Sekretariat Negara, mengatakan bahwa dirinya sangat antusias mengikuti kegiatan itu. Terlebih dalam persiapan G-20, para humas kementerian perlu memberi informasi yang tepat bagi masyarakat. "Intinya kami mengetahui apa sih yang diinginkan masyarakat? Apa sih yang mau diketahui masyarakat dari siaran pers tersebut?" tuturnya.

Begitu pula dengan Kristo Raharjo dari Humas Bank Indonesia (BI). "Bimbingan teknis kali ini saya belajar bahwa bagaimana kita dapat menggunakan bahasa-bahasa yang baik untuk dapat memberikan info yang jelas kepada masyarakat. Selain itu kami dibekali informasi dalam penulisan siaran pers yang nanti berguna dalam penyelenggaraan G-20," kata dia.

Acara digelar atas kerja sama Sekolah Jurnalisme Media Indonesia (SJMI) dengan Ditjen IKP Kemenkominfo itu diikuti 40 peserta. Mereka berasal dari beberapa kementerian dan lembaga yang akan turut serta dalam kegiatan presidensi KTT G20 2022.

Staf Khusus Menteri Kemenkominfo Philip Gobang mengatakan bahwa bimtek tersebut sangat penting bagi para humas kementerian dan lembaga. Penulisan siaran pers bukan hanya memilih angle yang tepat dan menarik, tetapi juga soal data dan bahasa Indonesia yang baik dan benar. "Juga bagaimana penulisan kata-kata, diksi, keakuratan data, hingga kalimat yang sesuai kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar," tuturnya.

Baca juga: Bertambah, Kasus Meninggal Karena Omikron Menjadi 3 Orang 

Penulisan siaran pers yang baik, kata dia, akan memberikan informasi yang tepat dan akurat pada publik. Dengan demikian, tidak terjadi misinformasi yang bisa merugikan agenda pemerintah. (OL-14)

BERITA TERKAIT