24 January 2022, 21:06 WIB

Bio Farma Targetkan Produksi Vaksin Merah Putih dan BUMN Pada Juli 2022 


Faustinus Nua |

PT Bio Farma menargetkan produksi vaksin buatan anak bangsa akan dilakukan pada Juli 2022. Saat ini vaksin Merah Putih akan memasuki tahap pre klinis. Sedangkan vaksin BUMN tengah dilakukan uji klinis tahap 1. 

"Dari semua proses yang kita lakukan dari vase 1,2 dan 3, kita targetkan nanti di bulan Juli 2022 kita akan segera mendapatkan EUA dari Badan POM dan akan kita produksi secara massal," ujar Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam Rapat Bersama Komis VII DPR RI, Senin (24/1). 

Honesti mengatakan, Biofarma sudah menyiapkan total kapasitas produksi vaksin. Per tahun ditargetkan 250 juta dosis produksi vaksin dalam negeri yang tengah dikembangkan itu. 

"Kami sudah menyiapkan total kapasitas itu 250 juta dosis pertahun," imbuhnya. 

Lebih lanjut, Honesti menjelaskan, kendala yang selama ini terjadi dalam pengembangan vaksin. Salah satunya adalah seed atau bibit vaksin yang dikembangkan Eijkman sempat tidak memenuhi standar industri. 

Sebanyak dua kali proses pengembangan yang dilakukan Eijkman gagal memnuhi standar industri. 

"Problem yang paling lama kemarin memang dari dua proses sebelumnya seed vaksin yang kita dapatkan dari Eijkman ini belum memenuhi standar industri. Sehingga memang sulit untuk diproduksi, baik dari sisi kualitasnya juga mungkin masalah harga vaksin nanti akan sangat mahal," jelasnya. 

Namun, di proses pengembangan ketiga, Bio Farma bersama Eijkman terus berkolaborasi untuk mengembangkan vaksin berbasis protein rekombinan. Jenis vaksin inilah yang kemudian bisa memenuhi standar industri dan siap untuk uji pre klinis. 

Baca juga : DPR Minta Pemerintah Serius Tangani Vaksin Covid-19 Palsu yang Beredar di Masyarakat

Dia mengakui bahwa dalam pengembangan produk-produk vaksin memang berisiko sangat tinggi. Bisa saja proses itu sudah dimulai dan untuk setiap tahap pasti ada risiko kegagalannya . 

"Mungkin bapak/ibu pernah mendengar satu vaksin covid yang dikembangkan namanya kurvek di Jerman. Mereka itu sudah sampai tahap 3 pada saat selesai uji tahap 3 ternyata tidak sesuai standar WHO. Sehingga memang harus dimulai lagi dari nol," kata dia. 

Terkait vaksin BUMN, Biofarma tengah bekerja sama dengan Baylor College of Medicine (BCM). Pihaknya mengembangkan platform baru yang berbeda dengan vaksin Merah Putih buatan Eijkman agar tidak bergantung pada satu jenis vaksin yang dikembangkan. 

"Sampai saat ini kerja sama dengan BCM yang kita sebut vaksin BUMN itu memasuki proses uji klinis tahap 1 yang kita lakukan di Puskesmas Depok," terang Honesti. 

Untuk vaksin BUMN, kata Honesti, dikembangkan dua formula yakni adjuvant alum dan adjuvant CpG. Formula adjuvant alum sudah mulai uji klinis sejak Desember dan sekarang sedang dilakukan suntikan kedua pada relawan 30 dewasa dan 30 pembanding, termasuk lansia. 

"Formula kedua, adjuvant CpG. Progres sekarang pre klinis dan Februari akan dimulai uji klinis tahap satu," tambahnya. 

Progres pengembangan vaksin di Tanah Air tersebut sudah didaftarkan di WHO. Sehingga, dunia pun bisa tahu capaian-capaian pengembangan vaksin di berbagai negara. (OL-7)

BERITA TERKAIT