24 January 2022, 13:23 WIB

Wapres: Tingkatkan Kesiapan Hadapi Penyebaran Omikron yang Terus Meningkat


Emir Chairullah | Humaniora

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin meminta seluruh jajaran pemerintah memperkuat kesiapannya dalam menghadapi penyebaran varian Covid-19 Omicron yang dalam beberapa hari terakhir meningkat pesat. Ma’ruf mengkhawatirkan apabila tidak diantisipasi, peningkatannya bisa menekan fasilitas kesehatan yang dimiliki.

“Ini walaupun sekali lagi tingkat keparahan varian Omicron ini lebih ringan dibanding dengan Delta, tapi kalau jumlah bertambah terus, potensi penularan kepada, terutama yang komorbid, maka ini juga akan memberikan tekanan kepada fasilitas tenaga kesehatan yang ada. Karena itu, seperti apa kesiapan kita dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan itu,” tegas ma’ruf dalam arahannya saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) melalui konferensi video, hari ini.

Hadir dalam Rapat Terbatas ini diantaranya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan M. Mahfud MD; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy; Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan; Menteri Sekretaris Negara Pratikno; Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian; Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem A. Makarim; serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Lebih lanjut Ma’ruf menyampaikan, kesiapan tersebut diantaranya dapat dilakukan dengan memperkuat tracing pada masyarakat. Terlebih, dengan adanya peningkatan penyebaran melalui transmisi lokal.

Baca juga: DPR: Hadapi Gelombang Omikron, Masyarakat Diminta Saling Menjaga

“Terkait dengan peningkatan jumlah tes, tracing, mengingat mereka yang terpapar varian omicron ini kebanyakan OTG (Orang Tanpa Gejala) dan juga orang yang komorbid, sakit ringan, ini berpotensi besar untuk memicu penularan berkelanjutan di masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, percepatan pemberian vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat juga harus diakselerasi. Selain untuk kategori dewasa, akselerasi pun harus dipacu untuk para lansia dan anak-anak.

“Saya mohon perhatian yang keempat juga terkait laporan percepatan vaksinasi. Vaksinasi booster sudah mulai dilaksanakan,” tuturnya.

“Kemudian juga, laporan terkait upaya percepatan pengembangan vaksin Covid-19 produksi dalam negeri, termasuk aspek keamanannya, khasiatnya, mutunya, serta progres pembuatannya supaya pada 2022 ini vaksin Covid-19 buatan dalam negeri ini dapat digunakan masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Selain antisipasi dari sisi kesehatan, Wapres juga turut memantau evaluasi penyelenggaraan pertemuan tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah. Ia menilai kebijakan ini memerlukan perhatian khusus karena puncak penyebaran varian Omicron diperkirakan terjadi pada Februari 2022 hingga awal Maret 2022.

“Sampai 18 Januari 2022 itu terdapat 41 sekolah SD/SMA di Jakarta yang sebagian siswanya positif Covid-19. Bagaimana kira-kira kelanjutan kebijakan dari PTM ini, pembelajaran tatap muka ini. Karena penyebarannya cepat dan bahkan diperkirakan Februari ini akan mencapai puncaknya dan sampai dengan awal Maret,” pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT