21 January 2022, 21:48 WIB

Perguruan Tinggi Didorong Segera Gelar PTM Terbatas


Widhoroso | Humaniora

PERGURUAN tinggi didorong untuk segera melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Pembelajaran secara daring (online) terlalu lama akan mendatangkan dampak negataif jkepada mahasiswa.

Hal itu diungkapkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 3 DKI Jakarta, Paristiyanti Nurwardani, Jumat (21/1). Ia menyebut, selain berpotensi mengakibatkan learning loss, efek negatif pembelajaran online terlalu lama antara lain kurang terasahnya soft skill mahasiswa.

"Kemampuan soft skill ini bisa didapat dengan cara komunikasi secara langsung. Kalau mahasiswa terlalu lama tidak bertemu dosen, saya khawatir respek mahasiswa ke dosen berkurang," ungkap Paristiyanti.

Ia menilai kompetensi sosial penting untuk selalu diperhatikan. Mantan Sekretaris Ditjen Dikti Kemdikbudristek ini menambahkan, Dampak negatif lainnya adalah sulit mengukur keberhasilan profil pelajar Pancasila, jika mahasiswa hanya belajar daring dari rumah.

Dikatakan, gotong royong dengan kebhinekaan sulit dilakukan jika pembelajaran dilakukan secara daring. Disebutkan, pembelajaran secara daring juga akan sulit untuk menilai hal-hal lain seperti kreativitas.

Untuk hard skill, jelasnya, di kampus terdapat berbagai fasilitas untuk pembelajaran yang kolaboratif. Dengan demikian, hardskill dan soft skill akan jauh lebih tercapai learning outcome-nya ketika mahasiswa belajar di kampus.

"Jangan sampai learning loss diperpanjang lagi, hanya karena kita tidak berani ambil risiko. Kita sudah terbiasa new normal. SD saja berani PTM, masak kita enggak berani. Di pendidikan tinggi lebih tahu soal mitigasi, jadi seharusnya lebih berani PTM dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," pungkasnya. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT