20 January 2022, 18:10 WIB

Peduli Isu Lingkungan, Sociolla Siap Pimpin Gerakan Sustainable


Mediaindonesia.com | Humaniora

KAMPANYE penyelamatan lingkungan memang terus digaungkan di seluruh dunia. Hal itu karena memang masalah tersebut sudah mendesak jika melihat berbagai kerusakan di bumi saat ini.

Itu sebabnya semua pihak diharapkan berperan serta dalam kampanya tersebut demi menyelamatkan bumi. Bertolak dari situlah pelaku industri kecantikan Sociolla menghadirkan inisiatif revolusioner bertajuk Waste Down Beauty Up yang bertujuan untuk membantu mengurangi limbah industri kecantikan, khususnya melalui upaya mendorong budaya kecantikan yang sustainable di kalangan pecinta kecantikan atau biasa disebut beauty enthusiasts di Indonesia. Waste Down Beauty Up merupakan langkah pertama dari komitmen jangka panjang Sociolla untuk mendorong masa depan yang berkelanjutan bagi industri kecantikan di Indonesia.

Baca juga: Kualitas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan Meningkat

Sampah merupakan hal yang tak terhindarkan dalam industri kecantikan. Ditambah dengan meningkatnya konsumsi kecantikan yang mendorong pada tren belanja kecantikan yang impulsif sebagaimana berkembang di masyarakat, permasalahan sampah pun menjadi kian mengkhawatirkan.

Kampanye Waste Down Beauty Up hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah ini dimana Sociolla bercita-cita untuk mengadvokasi, mempromosikan, serta membantu pelanggan melakukan pembelian produk kecantikan secara bijak. Langkah ini diyakini oleh perusahaan sebagai titik awal penerapan prinsip keberlanjutan dalam industri kecantikan.

Sebagai langkah awal menuju industri kecantikan yang lebih berkelanjutan, selain dari gerakan Waste Down Beauty Up, Sociolla juga menerapkan zero bubble wrap dan mengubah packaging pengiriman dengan kotak ramah lingkungan. Diperkirakan, peralihan dari bubble wrap ke kertas daur ulang akan mengurangi penggunaan plastik perusahaan sekitar 250.000 m2/tahun. Hingga saat ini, Sociolla adalah perusahaan e-commerce besar pertama di Indonesia yang berkomitmen pada kebijakan zero bubble wrap.

“Ini merupakan langkah besar dan tidak mudah untuk kami lakukan. Akan tetapi Waste Down Beauty Up sejalan dengan misi jangka panjang Sociolla dan alasan utama dibalik didirikannya Sociolla, yaitu untuk membantu masyarakat menemukan produk terbaik yang sesuai dengan kebutuhan mereka, tanpa harus membeli secara berlebihan dan berakhir dengan banyak produk tak terpakai. Dan dengan gerakan ini, kami ingin membantu para pelanggan setia kami untuk tidak hanya merawat diri dengan sebaik-baiknya, namun juga sembari berkontribusi pada dunia. Cantik itu tidak harus wasteful. Kami sangat senang melihat semakin banyak pecinta kecantikan yang peduli dengan prinsip sustainable dan bersama-sama kita dapat membawa lebih banyak orang ke dalam gerakan positif ini,” ujar Co-Founder & CMO Social Bella Chrisanti Indiana.

“Mindless consumerism atau biasa disebut dengan perilaku konsumerisme yang mudah terbawa arus. Akan tetapi, itu bukan cara kami berbisnis. Kami berpegangan pada pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Sociolla tumbuh dan berkembang menjadi seperti sekarang ini karena kami selalu memilih untuk melakukan hal yang benar, bahkan ketika jalan yang dilalui akan lebih sulit. Dengan pemikiran tersebut,  kami percaya bahwa industri kecantikan yang ramah lingkungan adalah satu-satunya cara untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi industri ini, dan sebagai pelaku kecantikan terkemuka di Indonesia, kami merasa bertanggung jawab besar untuk mengambil bagian dan memimpin sustainability dalam industri kecantikan," imbuhnya.

Gerakan Waste Down Beauty Up mencakup empat inisiatif utama yang mendorong perilaku pembelian produk kecantikan yang bijak, yaitu Look Up on Trusted Reviews, Try tester in Sociolla stores before buying (Mencoba tester di toko Sociolla sebelum membeli),  Buy Minis/small size Before Full Size (Beli versi mini/kecil sebelum ukuran penuh), dan Gift With Less Waste (Hadiah yang Less Waste).

“Sebagai pelaku kecantikan terkemuka di Indonesia, Sociolla memiliki peran signifikan dalam mendukung kelestarian lingkungan. Apalagi, kami melihat pelanggan kecantikan kini semakin sadar akan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan. Semangat ini sejalan dengan tujuan kami untuk terus maju dengan inovasi-inovasi dalam pengelolaan sampah yang bertanggungjawab dan menjawab persoalan persampahan di Indonesia. Selain itu, melalui gerakan yang strategis dan akan terus berjalan ini, kami berharap dapat memberikan dampak nyata dalam mengurangi sampah kemasan pada industri kecantikan di Indonesia,” cetus Tim Kampanye Waste4Change, Silviana Chandra.

Senada dengan Waste4Change, Vania Herlambang dan Clara Devi juga berbagi cerita tentang hal-hal sederhana yang mereka lakukan untuk memulai hidup yang lebih ramah lingkungan. “Saya memulai dari kebiasaan yang paling sederhana. Contohnya, membeli produk yang betul-betul dibutuhkan dan menggunakan produk sampai habis. Saya benar-benar mengapresiasi melihat retailer seperti Sociolla yang berani mendorong pembeli untuk tidak membeli lebih dari yang kita butuhkan.Ini adalah gerakan yang sangat penting di tengah tren kecantikan yang berubah dengan cepat yang berkecenderungan menormalisasi kebiasaan membeli yang berlebihan (overbuying),” jelas Vania.

Clara Devi berbagi pengalamannya dalam menerapkan prinsip ramah lingkungan dengan memulainya dari hal yang sederhana. “Inisiatif Sociolla adalah inisiatif yang dipikirkan dengan matang. Saya pribadi selalu berusaha untuk secermat mungkin dan menghindari pembelian impulsif, terutama di bidang pekerjaan saya di mana kami menerima banyak produk untuk diulas,” timpal Clara Devi.

Melalui gerakan Waste Down Beauty Up dan berbagai upaya yang dilakukan, Sociolla berharap semangat positif tersebut dapat menginspirasi lebih banyak beauty enthusiast untuk lebih peduli terhadap prinsip sustainability. “Sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap bisnis kecantikan yang sustainable, kita tidak boleh berhenti pada gerakan ini saja. Sebaliknya, bagi kami ini adalah permulaan. Kedepannya, kami akan berupaya untuk terus berinovasi agar dapat mengintegrasikan pendekatan ramah lingkungan ke dalam operasional bisnis kami secara keseluruhan, untuk memastikan bahwa kami dapat terus menciptakan dampak yang konstan baik bagi konsumen kami maupun masyarakat Indonesia pada
umumnya,” ujar Chrisanti. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT