20 January 2022, 22:05 WIB

Pemilihan Angle Jadi Kunci Menarik Perhatian Media


Tri Antoro, infopublik.id | Humaniora

PEMILIHAN sudut pandang (angle) yang menarik dalam penulisan siaran pers akan menjadi dambaan para jurnalis. Dengan begitu, setiap informasi yang dicantumkan dalam siaran pers berpeluang besar dipublikasikan media arus utama (mainstream) di Tanah Air.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Usman Kansong mengatakan, humas dari instansi pemerintah terkait harus jeli melihat sudut pandang menarik dalam membuat siaran pers. Dengan mempertimbangkan informasi-informasi yang memiliki nilai paling menonjol dalam suatu peristiwa.       "Berhati-hati memilih angle, karena bagaimana pun kita bagian dari pemerintah sehingga menjadi press release dambaan media," kata Usman ketika membuka bimbingan teknis (bimtek) penulisan siaran pers, di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (20/1/2022).

Selain itu, kecepatan dalam pembuatan siaran pers menjadi faktor yang penting dalam menarik perhatian awak media. Dengan membuat siaran pers dalam waktu yang relatif lebih cepat, peluang artikel itu dipublikasikan di berbagai kanal media semakin besar.
 
Dalam menguasai kedua hal itu, lanjut Usman, memang harus didapatkan melalui berbagai pelatihan penulisan secara intensif yang dapat digelar oleh banyak pihak. Melalui ajang ini, humas dari instansi terkait dapat mengasah keterampilannya dalam menentukan sudut pandang yang menarik para jurnalis.

"Kita memang harus terus belajar melalui pelatihan yang digelar seperti saat ini," kata mantan jurnalis ini.

Senada dengan hal itu, Staf Khusus Menteri Kominfo Philip Gobang mengatakan, dalam setiap siaran pers yang diterbitkan oleh instansi pemerintah harus menjujung tinggi validitas. Artinya, setiap informasi yang dituliskan dalam siaran pers sudah terlebih dahulu melalui proses dipastikan kembali kebenarannya (check and recheck).

"Tindakan ini merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh instansi pemerintah terkait. Dengan melakukan hal itu, dapat dipastikan akan mempengaruhi kualitas dari penulisan siaran pers yang diterbitkan oleh humas instansi negara," tutur Philip.

Kualitas dari siaran pers yang diterbitkan menjadi faktor yang penting dalam penulisan siaran pers. Jadi, bukan hanya sekadar kuantitas atau banyaknya siaran pers yang diterbitkan dalam suatu waktu saja. "Kualitas menjadi lebih penting dibandingkan kuantitas," tegasnya lagi.
 
Philip menekankan, pentingnya kualitas siaran pers yang diproduksi oleh para humas pemerintah karena, secara otomatis awak media akan tertarik memuatnya. Mengingat, cara menulis siaran pers itu sesuai dengan perspektif para awak media ketika meliput suatu peristiwa. "Kualitas jurnalis di kementerian harus sama dengan jurnalis dari korporasi," imbuhnya.

Pada kesempatan serupa, Direktur Pengelola Media Direktorat Jenderal IKP Kementerian Kominfo Nursodik Gunarjo mengungkapkan, pelatihan siaran pers yang dilakukan untuk humas pemerintah akan sangat efektif meningkatkan kualitas artikel.

"Secara teknis, melalui pelatihan ini akan meningkatkan kualitas diri dari pengelola humas dan sebagai penyegaran kepada penulis siaran pers," tandasnya. (O-2)


Peserta Bimbingan Teknik Penulisan Siaran Pers Ditjen IKP Kominfo

BERITA TERKAIT