20 January 2022, 18:13 WIB

Animo Pendaftar Program Guru Penggerak Tinggi 


Faustinus Nua | Humaniora

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) menyebut bahwa animo peserta Program Guru Penggerak terus meningkat. Hal itu terbukti dengan terus bertambahnya para calon Guru Penggerak yang mendaftar menjadi peserta pendidikan di setiap angkatan. 

"Di angkatan ke-5 kami yang hanya akan merekrut 80 ribu calon Guru Penggerak, tapi harus menyeleksi 100 ribu lebih calon Guru Penggerak Indonesia dari 160 kab/kota," ujar Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud-Ristek, Praptono dalam Silaturahmi Merdeka Belajar: Guru Hebat Pendidikan Indonesia Maju, Kamis (20/1). 

Menurut Praptono, di awal program, peserta Guru Penggerak memang tidak begitu banyak. Kementerian menyediakan kuota 20 ribu calon Guru Penggerak. 

Namun, seiring perjalanan waktu dan hasil kerja nyata dari Guru Penggerak setelah selasai pendidikan, animo tersebut kemudian bertumbuh. Pihaknya pun terus menambah kuota agar bisa mengakomodir semangat dan motivasi para guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi mereka. 

"Alhamdulillah dengan kinerja yang sangat luar bisa dari Guru Penggerak mereka melakukan kerja nyata dan aksi nyata di lapangan dan animo itu bisa tumbuh dengan baik," imbuhnya. 

Baca juga : 150 Orang Daftar Beasiswa OSC di Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Lebih lanjut, Praptono menjelaskan, saat ini Program Guru Penggerak telah menghasilkan guru-guru yang luar biasa. Angkatan 1 dan 2 telah selesai mengikuti pendidikan selama 9 bulan. Sementara angkatan 3 dan 4 masih dalam proses pendidikan dan akan segera diseleksi angkatan 5. 

Para Guru Penggerak angkatan 1 dan 2 pun sudah ada yang menjadi kepala sekolah. Sebagai pool pemimpin pendidikan, kementerian telah menerbitkan Permendikbud-Ristek 40/21 sebagai landasan hukum rekrutmen kepala sekolah yang bersertifikat Guru Penggerak. 

"Sekarang ini sudah ratusan alumni Guru Penggerak angkatan 1 yang sudah direkrut jadi kepala sekolah. Ke depan tidak hanya kepala sekolah tetapi para pengawas ini juga bisa diisi guru penggerak," kata dia. 

Guru Penggerak adalah guru yang dididik selama 9 bulan untuk memahami visi Merdeka Belajar, melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada murid dan menjadi pemimpin-pemimpin pembelajaran. (OL-7)

BERITA TERKAIT