20 January 2022, 08:40 WIB

UNS Berharap Riset Difabilitas Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan


Widjajadi | Humaniora

PUSAT Studi Difabilitas (PSD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS), meminta pemerintah membuat riset  disabilitas kebijakan pembangunan yang berkelanjutan

Hal ini mencuat dalam diskusi bulanan PSD LPPM  bertema  "Pemetaan Kebutuhan Riset untuk Kebijakan Pembangunan Berperspektif Disabilitas," yang dilakukan daring. Sejumlah pegiat diskursus disabilitas dari berbagai instansi di Indonesia terlibat daalm diskusi tersebut.

"Diskusi ini kami harapkan dapat memancing dan mendorong pembuat kebijakan untuk membuat kebijakan-kebijakan yang ramah penyandang disabilitas," tukas Kepala PSD LPPM UND, Prof Munawir ketika membuka diskusi secara daring, kemarin.

Dia paparkan, Indonesia merupakan surganya para penyandang disabilitas karena perundang-undangan untuk disabilitas sangat lengkap. Selain itu juga memiliki Rencana Induk Penyandang Disabilitas (RIPD) sebagai acuan bagi pemerintah dalam membuat aturan-aturan yang ramah disabilitas.

RIPD memiliki tujuh sasaran strategis, yang meliputi pendataan dan perencanaan inklusif; penyediaan lingkungan tanpa hambatan; pelindungan hak dan akses politik dan keadilan; pemberdayaan dan kemandirian; perwujudan ekonomi inklusif; pendidikan dan keterampilan; serta akses dan pemerataan layanan.

Ia tegaskan, meski perundang-undangan Indonesia yang memayungi penyandang disabilitas sudah sangat lengkap, tetapi perlu dilakukan sejumlah riset untuk mengetahui fakta pelaksanaan di lapangan.

"Kami berharap tema yang diangkat kali ini akab mendorong para peneliti melakukan berbagai penelitian berperspektif disabilitas," imbuh Munawir.

Sekretaris LPPM UNS, Prof. Dr. Eng. Syamsul Hadi mengatakan, Pusat Studi Difabilitas ini menjadi pusat studi yang sangat aktif di LPPM UNS. " Saya melihat kegiatan diskusi bulanan ini sangat bagus untuk perkembangan Pusat Studi Difabilitas,� kata Syamsul.

Diskusi kali ini menghadirkan dua pembicara utama yakni Prof. Dr. Tri Nuke Pudjiastuti, M.A., dari MOST-UNESCO yang juga anggota  Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Dra. Y. Anni Aryani, seorang dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS yang juga merupakan pengguna kursi roda. (OL-13)

Baca Juga: Penelitian Terbaru, Kucing Besar Tertular Covid-19 dari Penjaganya

BERITA TERKAIT