18 January 2022, 17:05 WIB

Soal Omikron, Presiden: Waspada Perlu tetapi Jangan Berlebihan


Andhika Prasetyo | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo meminta masyarakat untuk selalu waspada dan hati-hati dalam menghadapi varian omikron yang telah merebak cukup luas di Indonesia. Namun, ia juga mengingatkan kepada publik supaya tidak bereaksi terlalu berlebihan.

"Berhati-hati itu perlu. Waspada itu perlu tapi jangan sampai menimbulkan ketakutan. Jangan sampai menimbulkan kepanikan," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/1).

Sejumlah studi yang telah dilakukan, termasuk dari laporan WHO, menunjukkan bahwa varian baru covid-19 itu memang lebih cepat menular daripada delta. Tetapi, gejala yang ditimbulkan jauh lebih ringan.

Pasien-pasien yang terinfeksi umumnya bisa pulih tanpa perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit.

"Tetapi, sekali lagi, kita tetap harus waspada. Jangan gegabah dan jemawa," tegas mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Kepala negara pun mengimbau seluruh masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak untuk tetap di rumah, mengurangi kegiatan di ruang publik.

Baca juga: Menkes: Orang Tua Semangat Sekali Ikut Vaksin Booster

Adapun, bagi perusahaan yang bisa tetap produktif dengan menerapkan work from home, skema tersebut bisa diterapkan untuk beberapa pekan ke depan.

"Saya juga meminta masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri jika tidak ada urusan penting atau mendesak," tegas Jokowi.

Menutup pernyataannya, presiden kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak adalah kunci utama dalam menghalau covid-19 dan segala variannya.

"Kemudian yang belum mendapat suntikan vaksin covid-19, segera divaksinasi. Yang sudah dapat vaksin pertama, segera dapatkan yang kedua. Yang sudah dapat vaksin kedua, dapatkan vaksin ketiga. Semua gratis karena vaksinasi penting untuk keselamatan kita semua," tandasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT