15 January 2022, 20:36 WIB

Penguatan Pendidikan dan Kesehatan Perlu Dilakukan Bersama


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

PANDEMI covid-19 telah membawa dampak terhadap berbagai aspek kehidupan. Tanpa terkecuali, munculnya beragam pandangan termasuk narasi dikotomi yang mengharuskan untuk memilih antara mengutamakan kesehatan atau menguatkan pendidikan.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Femmy Eka Kartika Putri menegaskan bahwa penguatan pendidikan dan kesehatan perlu dilakukan secara bersamaan.

"Pendidikan dan kesehatan merupakan dua aspek yang penting dalam siklus pembangunan sumber daya manusia (SDM). Pandemi covid-19 memberikan kita kesempatan untuk menguatkan dan menyinkronkan dua sektor ini bersama-sama," kata Femmy dalam keterangannya, Sabtu (15/1).

Baca juga: Erick Thohir: Indonesia Butuh Regenerasi Kepemimpinan

Menurut Femmy, pemenuhan hak-hak kesehatan anak dan remaja dapat terpenuhi melalui penerapan protokol kesehatan (prokes).

Pasalnya, meskipun pandemi covid-19 telah melandai namun munculnya varian baru omikron masih menjadi ancaman dan harus tetap diwaspadai.

"Kehadiran varian baru omikron sudah sampai pada satuan pendidikan di Jakarta dan ini harus kita waspadai bersama. Bukan tidak mungkin akan sampai juga ke satuan pendidikan di daerah lain kalau kita lengah," ujar Femmy.

Dirinya berharap agar seluruh satuan pendidikan dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan covid-19 dengan menerapkan prokes secara ketat. Apalagi, per Januari 2022, pemerintah telah mewajibkan satuan pendidikan di level wilayah 1,2, dan 3 untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

BERITA TERKAIT