15 January 2022, 14:48 WIB

Cegah Omikron, Ikatan Dokter Minta Pembatasan Mobilisasi


 Tri Subarkah | Humaniora

KETUA Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr.Daeng M Faqih meminta pemerintah merencanakan pembatasan mobilitas warga untuk mencegah penyebaran covid-19 varian omikron. Ini disebabkan karena sebagian kasus positif omikron menyasar usia produktif dengan tingkat mobilitas yang tinggi.

"Sebenarnya kalau usia-usia begitu (produktif) kan dari segi daya tahan tubuh itu tidak lebih jelek dari lansia, komorbid. Itu lebih ke arah mobilitasnya memang tinggi," kata Daeng dalam dalam diskusi bertajuk Bersiap Hadapi Gelombang Omicron yang dihelat Radio Trijaya, Sabtu (15/1).

"Ini juga harus jadi catatan bahwa peningkatan level PPKM itu harus direncanakan pemerintah untuk membatasi mobilitas," imbuhnya.

Daeng juga mengingatkan agar kedatangan dari luar negeri, baik warga negara asing maupun WNI, diperketat. Sebelumnya, pemerintah telah mencabut larangan kedatangan warga negara asing dari 14 negara.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K), M.A.R.S. menguraikan tiga bentuk penularan omikron di Indonesia.

Pertama, kasus dari luar negeri atau imported case. Kedua, pasien yang tertular dari imported case dan menulari masyarakat sekitar. Ketiga, transmisi lokal. (Tri/OL-09)

BERITA TERKAIT