15 January 2022, 13:38 WIB

Uji Coba Sel Induk Sumsum Tulang Belakang Pertama di Dunia


Mediaindonesia.com | Humaniora

SATU universitas Jepang mengatakan pada Jumat (14/1) bahwa mereka telah berhasil mentransplantasikan sel punca ke pasien dengan cedera tulang belakang. Ini termasuk uji klinis pertama dari jenisnya.

Saat ini tidak ada pengobatan yang efektif untuk kelumpuhan yang disebabkan oleh cedera tulang belakang yang serius. Cedera tersebut diyakini memengaruhi lebih dari 100.000 orang di Jepang saja.

Ahli bedah di Universitas Keio Tokyo ingin mempelajari terkait sel induk pluripoten yang diinduksi (induced pluripotent stem/iPS) dapat digunakan untuk mengobati luka atau tidak. Sel-sel iPS dibuat dengan merangsang sel-sel dewasa, yang sudah terspesialisasi, kembali ke keadaan remaja.

Mereka kemudian dapat diminta untuk matang menjadi berbagai jenis sel. Studi Universitas Keio menggunakan sel-sel yang diturunkan dari iPS dari batang saraf.

Langkah pertama dalam uji coba melibatkan penanaman lebih dari dua juta sel yang diturunkan dari iPS ke dalam sumsum tulang belakang pasien dalam operasi bulan lalu. "Ini jelas merupakan langkah maju yang besar," Masaya Nakamura, seorang profesor Universitas Keio yang mengepalai penelitian, mengatakan kepada wartawan.

Namun, tambahnya, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum perawatan itu dapat digunakan. Tahap awal penelitian ini bertujuan mengonfirmasi keamanan metode transplantasi.

Pasien akan dipantau oleh komite independen hingga tiga bulan untuk memutuskan penelitian dapat dilanjutkan dengan aman dan orang lain dapat menerima transplantasi atau tidak. Tim juga berharap untuk melihat implan sel induk akan meningkatkan fungsi neurologis dan kualitas hidup.

Baca juga: Virus Epstein-Barr Penyebab Utama Penyakit Multiple Sclerosis

Universitas menerima persetujuan pemerintah untuk uji coba pada 2019, tetapi rekrutmen ditunda sementara karena pandemi covid-19. Rincian pasien tetap dirahasiakan, tetapi tim fokus pada orang-orang yang terluka 14-28 hari sebelum operasi.

Jumlah sel yang ditanam ditentukan setelah percobaan keamanan pada hewan. Para peneliti memperingatkan bahwa sementara mereka akan memantau efek terapeutik. Tujuan utama penelitian ini mempelajari keamanan suntikan sel. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT