14 January 2022, 18:15 WIB

RI dan Australia Perlu Kerja Sama Manajemen Kebencanaan Kawasan Pasifik


Mediaindonesia.com | Humaniora

SEBAGAI negara bertetangga, penting bagi Indonesia dan Australia membangun kerja sama di bidang manajemen kebencanaan, terutama di Kawasan Pasifik. Hal itu dikatakan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat bertemu  Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (13/1) lalu.

“Waktu saya menjabat sebagai Panglima TNI, saya memberikan usulan untuk perlunya kerja sama dalam bentuk latihan bersama dalam konteks disaster,” kata Moeldoko.

Menurut dia, kerja sama di bidang manajemen kebencanaan perlu dikembangkan di kawasan Pasifik karena arus lalu lintas yang padat.

“Banyak kapal asing melintas di perairan ini dan kita ada di lintas laut yang setiap saat punya potensi bencana. Tapi sayangnya kerja sama di bidang ini belum sempat dilakukan,” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, Moeldoko juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Australia atas bantuan di bidang pendidikan, penanganan stunting  dan bantuan kesehatan untuk penanganan covid-19.

Hubungan bilateral Australia dengan Indonesia telah terjalin sejak awal kemerdekaan  dan semakin diperkuat oleh kemitraan strategis komprehensif 2018.

“Saya sangat setuju dengan Kepala Staf Moeldoko terkait pentingnya manajemen kebencanaan di wilayah Pasifik. Sebenarnya kita sudah punya kerangka kerja samanya melalui trilateral cooperation antara Australia, Indonesia dan negara-negara Pasifik. Jadi kita hanya perlu menemukan cara untuk mewujudkannya,” kata Duta Besar Penny Williams.

Sebagai informasi, pada September tahun lalu, Australia dan Indonesia menunjukkan komitmen konkret untuk berkolaborasi di kawasan Pasifik melalui penandatanganan MoU mengenai kerja sama trilateral Indonesia dan Australia dengan negara-negara Pasifik oleh Menteri Luar Negeri Indonesia dan Menteri Luar Negeri Australia.

MoU kerja sama trilateral tersebut ditandatangani untuk dijadikan platform yang mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan ekonomi dan manusia di kawasan Indo-Pasifik. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT