14 January 2022, 21:10 WIB

Banjir Bandang Jayapura, Mensos Pastikan Warga Terima Bantuan


Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora

MENTERI Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini memastikan penyintas bencana banjir Bandang di Jayapura mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Dalam kunjungan kerja (kunker) ke Jayapura, dirinya mengunjungi lima titik yakni Perumahan Organda Jayapura. Dilanjutkan peninjauan lokasi pengungsian dan layanan dukungan psikososial di GOR Trikorake, Asrama Polisi Bhayangkara Jayapura untuk meninjau bencana tanah longsor. Setelah itu menuju posko utama dan menyerahkan santunan ahli waris di GOR Waringin.

Selama meninjau titik-titik bencana, Mensos dapat melihat langsung lokasi kejadian. Mensos juga mendapatkan informasi dan masukan dari tokoh publik setempat. Berdasarkan berbagai masukan, Mensos memutuskan untuk membantu masyarakat setempat dengan mendirikan lumbung sosial.

“Saya akan siapkan lumbung sosial di Jayapura. Nanti akan disiapkan lokasinya oleh pak wali kota. Bisa juga digunakan balai diklat (Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial/BBPPKS) Jayapura,” kata Mensos, Jumat (14/1).

Risma juga menyampaikan kepada pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan karena tingginya risiko bencana  alam seperti banjir dan tanah longsor.

Mengutip prakiraan cuaca oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Mensos menyatakan intensistas hujan tinggi akan terjadi sampai bulan Maret 2022.

“Kita tidak boleh lengah dan mewaspadai bila terjadi hujan. Pemerintah daerah dan masyarakat agar terus waspada. Termasuk mereka yang tinggal di di lereng-lereng bukit. Pemda sebaiknya melakukan pemetaan lokasi-lokasi rawan yang harus dihindari dan dimana lokasi yang aman,” katanya.

Sebelumnya, Kemensos telah mengirimkan bantuan untuk korban banjir bandang dan longsor di Jayapura. “Kami sempat mengirim dari gudang di Bekasi sebanyak 2 kali pengiriman. Karena jumlah korban penyintas banjir dan longsor banyak sekali,” kata Mensos.

Bantuan yang diserahkan dalam kunjungan kerja Mensos ke Jayapura senilai Rp1.390.539.388, terdiri dari bantuan logistik bencana, santunan ahli waris untuk 7 korban jiwa, sembako 500 paket, alat kebersihan 500 paket, peralatan sekolah 500 paket, kain sarung 500 potong, perlengkapan bayi 50 paket, dan bahan natura.

Kepada warganya, Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano telah meminta mereka yang bermukim di sekitar lereng gunung agar mengungsi sementara di malam hari.

Kunjungan kerja Mensos ditutup dengan meninjau dapur umum, lokasi pengungsian dan layanan dukungan psikososial di BBPPKS Jayapura yang menjadi tempat mengungsi bagi 24 KK atau 78 jiwa. (H-2)

 

BERITA TERKAIT