14 January 2022, 19:00 WIB

BMKG: 30 Hari Terakhir, Aktivitas Kegempaan di Banten Meningkat 


Atalya Puspa | Humaniora

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengungkapkan bahwa dalam pemantauan 30 hari terakhir, terdapat peningkatan aktivitas hempa bumi di wilayah Banten, Jawa Barat. 

"Namun kekuatannya memang di bawah 5 magnitudo. Barangkali ada yang tidak dirasakan dan kalau dirasakan pun lemah," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (14/1). 

Untuk itu, ia mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat Banten, Jawa Barat, untuk terus melakukan kesiapan dalam mencegah timbulnya korban jiwa dan kerusakan akibat gempa bumi. 

Dwikorita menyarankan agar masyarakat memastikan kondisi rumah cukup kuat terhadap gempa. Selain itu, barang-barang yang labil, berat dan mudah roboh jangan sampai diletakkan di posisi yang membahayakan saat terjadi gempa bumi. 

"Pastikan saat kita tidur kita berada di jarak yang cukup jauh dari benda yang mudah roboh," ucap dia. 

Baca juga : Gempa Banten, BMKG Catat Adanya Dua Gempa Susulan 

Selain itu, Dwikorita juga mengimbau agar rumah dan gedung bertingkat menyiapkan tempat perlindungan saat terjadi guncangan. Pasalnya, ditakutkan masyarakat tidak dapat lolos keluar bangunan dalam waktu yang cepat saat guncangan terjadi. 

"Misalnya kalau ada meja yang kokoh untuk melindungi diri, siapkan. Lalu siapkan juga jalur evakuasi. Jangan sampai terhalang apapun," imbau dia. 

Seperti diketahui, pada Jumat, 14 Januari 2022 pukul 16.05.41 WIB wilayah Selatan Banten diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,6. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,21° LS ; 105,05° BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Barat Daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten pada kedalaman 40 km. 

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktifitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik. Adapun, berdasarkan pengamatan BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. (OL-7)

BERITA TERKAIT