14 January 2022, 06:00 WIB

Boneka Kertas Melintas Batas


MI | Humaniora

SETELAH mengisi absen melalui aplikasi di smartphone masing-masing, para penyandang disabilitas memulai harinya untuk bekerja di workshop Precious One. Sebelumnya, mereka melakukan klegitan yang tak pernah dilewatkan, yakni berdoa bersama. Setiap orang, bergiliran setiap harinya untuk memimpin doa baik muslim maupun nonmuslim sekalipun.

"Yang memimpin doa di antara mereka. Jika muslim, kami berdoa sesuai keyakinannya, begitu pun dengan agama lainnya. Kami memupuk agar mereka punya solidaritas, rasa menghormati sesama agama," kata Ratna.

Diselingi dengan peregangan otot pada waktu-waktu tertentu, mereka semangat untuk menyuguhkan karya terbaik kepada pelanggan. Salah satunya, boneka kertas. Boneka ini dibentuk dari gulungan kertas dengan memperhatikan nilai estetika sehingga menghasilkan karya seni yang indah atau disebut dengan paper quiling.

Dibuat secara hand made dan bisa dipesan secara custom alias sesuai keinginan pelanggan, produk ini menjadi salah satu ikonnya Precious One yang membuka lebar untuk menghasilkan produk kolaboras yang membutuhkan ketelitian dan kreativitas tinggi.

Precious One pun dipercaya untuk membuat pajangan maskot Asian Games 2018 silam yang terdiri dari Bhin-bhin, Kaka, Atung kepada tamu VIP.

"Kami dapat pesanan khusus untuk tamu VIP Asian Games. Itu jadi penghargaan buat kita," kata Ratna.

Boneka kertas ini memang sudah melintasi berbagai negara. Bahkan ada konsumen dari Jerman yang sengaja pesan dan dibawa pulang langsung.

"Mereka (konsumen luar negeri) datang untuk hand carry karena boneka kertas enggak bisa pakai ekspedisi sehingga harus dibawa sendiri," ungkapnya.

Pada website resmi Precious One, satu karakter boneka kertas ukuran tinggi 10 cm dibandrol dengan harga Rp75 000. Begitu pula dengan pengemasan pakai akrilik ukuran 7,5 x 13 x 7,5 cm, juga dihargai sama. Semakin rumit dengan ukuran bervariatif tentunya akan mengubah harganya pula.

Tak hanya boneka kertas, produk Precious lainnya sudah melintasi berbagai negara. Saat ini Ratna sedang mengerjakan produk fesyen kolaborasi dengan mitranya di Amerika. Setiap tahunnya ia sibuk mengerjakan produk Natal, tahun baru, dan Tahun Baru Imlek ke beberapa negara. (Wan/N-1)

BERITA TERKAIT