13 January 2022, 15:03 WIB

Kasus Harian Meningkat, PGRI Minta PTMT Dievaluasi


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora


WAKIL Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Dudung Abdul Qodir menilai perlunya evaluasi bertahap terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) 100% mengingat melonjaknya kasus harian dan adanya varian omikron yang bisa menular meski sudah divaksin.

Terkait surat edaran 4 menteri dari awal PGRI juga menyampaikan harus melalui tahapan dengan baik dan benar, dikoordinasikan dan komunikasikan mulai dari pihak sekolah, orang tua siswa, pesrta didik, pemerintah daerah dan pemerintah pusat, serta evaluasi secara perodik dan berkala.

"Ini sebagai pintu masuk untuk kita menyisir kalau terjadi masalah dan kendala kendala yang dihadapi oleh sekolah dalam melaksanakan PTMT 100%," kata Dudung saat dihubungi, Kamis (13/1).

Baca juga: Kemenkes: Ketersediaan Vaksin Booster Memadai hingga 130 Juta Dosis di Biofarma

Pada prinsipnya PTMT 100% memiliki cita-cita yang sangat mulia supaya tidak terjadi learning lost dan ikhtiar pemerintah untuk memperbaiki proses/hasil pembelajaran di masa pandemi. Tetapi di masa pandemi ini harus diperhatikan keselamatan kesehatan kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, peserta didik dan masyarakat.

"Pemerintah bersama sekolah dan dinas terkait harus segera melakukan evaluasi. Kalau sekiranya akan membahayakan dan mengancam keselamatan dan kesehatan para guru, peserta didik dan masyarakat di daerah tersebut apa boleh buat harus diberhentikan sementara sampai ada perkembangan yang lebih baik," jelasnya.

"Sekali lagi ini harus dilakukan kajian oleh pakar epidemiolog, IDI, IDAI, Gugus tugas memutuskan terkait persoalan ini. Sehingga bisa terang benderang masalahnya," sambungnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT