12 January 2022, 19:19 WIB

Coach Rheo: Traumatik Masa Lalu Bisa Picu Stres Berkepanjangan


mediaindonesia.com | Humaniora

PERISTIWA traumatik yang membekas dari masa lalu dapat menimbulkan tekanan stres berkepanjangan pada seseorang. Kondisi ini masuk dalam kategori post traumatic stress disorder (PSTD)) dalam istilah ilmiahnya.

Penjelasan tersebut disampaikan psiko terapi Caezarro Rey Abishur yang lebih dikenal dengan nama Coach Rheo saat jumpa pers dan peluncuran Program Divine Oracular Asstitance (DOA) - Tension Releasing Therapy Online (TRTO) di Studio XXI Epicentrum Walk Ground Floor, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (12/1).

Beban mental masa lalu yang tersimpan, kata Coach Rheo, sering mempengaruhi seseorang secara signifikan di masa depan.

“Banyak hasil riset terkini menunjukkan perilaku seseorang mudah marah dan tertekan. Hal ini biasanya karena memiliki beban mental masa lalu,” ujar Rheo.

Menurut Rheo, pandemi Covid-19 atau setelahnya tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental masyarakat (stress).

"Maka jika tidak segera ditangani, stres yang berkepanjangan dapat menimbulkan depresi," tutur Coach Rheo.

“Bahkan dapat menimbulkan persoalan fisik  seperti penyakit gerd (penyakit asam lambung), sakit kepala, keringat dingin, maag. Oleh karena itu, stress tidak bisa dipandang sebelah mata,” papar profesional muda yang kerap dijuluki sebagai seorang mind technology expert ini.

Coach Rheo mengingatkan, sebaiknya tidak meremehkan kesehatan mental. Walau gangguan mental, menurutnya umum terjadi.

“Tapi jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan mental ini bisa membahayakan jiwa,” ujarnya.

Apalagi kata Coach Rheo, depresi yang berawal dari trauma merupakan masalah gangguan kesehatan jiwa yang marak di dunia, maupun di Indonesia. “Jumlahnya diperkirakan terus meningkat sepanjang tahun,” tukasnya.

Di Indonesia, diperkirakan lebih dari 15,6 juta orang mengalami depresi. Angka ini terus meningkat dan menempatkan depresi menjadi penyakit dengan kasus kedua tertinggi setelah penyakit jantung.

"Itupun masih banyak yang tidak terdata. Karena Indonesia sangat kurang edukasi tentang kesehatan mental,” papar Coach Rheo.

Menurut data terakhir WHO (World Health Organization), penyebab disabilitas utama di dunia bukanlah kelumpuhan fisik, tetapi depresi. Titik di mana kumpulan beban mental sudah begitu beratnya. Sehingga tidak bisa lagi ditangani.

Masih menurut WHO, kontribusi terbesar penyebab bunuh diri adalah karena depresi dan alkohol. Jumlahnya diperkirakan mencapai 60% dari penyebab bunuh diri.

Indonesia diperkirakan menjadi negara di Asia Tenggara dengan jumlah kematian tertinggi akibat bunuh diri.

“Kenyataan tersebut perlu diwaspadai karena depresi atau stress; trauma, bisa menyerang kapan saja, dan siapa saja tanpa kecuali,” ujar salah satu Pendiri Yayasan Konseling Harapan Indonesia (Yakhin) ini.

Merebaknya pandemi Covid-19, kata Coach Rheo, juga memunculkan berbagai persoalan. Baik menyangkut masalah moral, sosial, dan ekonomi.

Munculnya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK), meningkatnya kasus kriminilitas, kesenjangan sosial baru, hingga tingkat perceraian yang tinggi.

“Timbulnya berbagai distabilitas; patologi sosial ini akibat masyarakat kurang siap menerima keadaan. Putus asa menjalani kehidupan, trauma dan akhirnya mengalami depresi.” papar Coach Rheo.

Metode DOA TRTO atasi depresi

Telah menjalani puluhan ribu jam praktik dan belajar di bidang teknologi pikiran, seorang anak muda yang lebih dikenal sebagai Coach Rheo, kini memperkenalkan sebuah konsep terapi yang disebutnya; DOA-TRTO.

Coach Rheo berhasil menciptakan sebuah metodologi baru yang awalnya diterapkan pada dirinya sendiri. Selanjutnya cara ini berhasil membantu membuang beban emosi dalam dirinya.

“Empirisme pribadi ini yang kemudian saya terapkan untuk membantu banyak orang. Bagi saya ini sebuah berkat yang memberi manfaat bagi kehidupan sesama,” ujar salah satu Pendiri Gading Konseling di Jakarta ini.

DOA-TRTO, papar Coach Rheo, memberi hasil signifikan bagi para relasinya dalam waktu relatif singkat. Banyak wawancara yang dilakukan kepada para peserta yang mengalami post traumatic stress disorder (PTSD)), dan mereka dapat kembali pada zona nyaman (netral).

Coach Rheo menciptakan sistem yang sangat sederhana. Namun memberi dampak luar biasa.

Dia membuat gebrakan baru yang belum pernah ada sebelumnya di industri kesehatan mental. Bahkan tanpa klien harus menceritakan detail permasalahan yang dihadapi, beban emosi bisa dilepaskan.

“Garansi 100% uang kembali jika beban emosi tidak netral dalam satu sesi. Netral adalah trauma terkait persoalan yang dialami klien kembali di titik nol. Ibarat bayi baru lahir tanpa luka,”  ujar Trainer KKNI Level 6 BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) Republik Indonesia ini.

Menurut Coach Rheo, persoalan trauma masa lalu, semisal akibat pelecehan, atau trauma perkosaan yang penanganannya menghabiskan waktu bertahun-tahun, maka dengan metode DOA-TRTO, digaransi Coach Rheo dapat diselesaikan hanya dalam satu sesi.

“Tidak lebih dari 60 menit beban emosi akibat PTSD bisa langsung netral,” ujar penyuluh yang telah menjalani puluhan sertifikasi, serta ratusan training di bidang pengembangan diri ini.

Coach Rheo, memang seorang Mind Technology Expert yang mendapat pengakuan sebagai trainer, dan NLP Meta Master Practitioner of Neurosemantics, (International Institute of Neurosemantic, North Carolina USA), Associate Meta Coach dari (Meta Coach Foundation, Colorado, USA), serta Master Practitioner Of Neuro Linguistic Programming (NLP Society Florida, USA). (RO/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT