12 January 2022, 09:30 WIB

Rasa Cemas Remaja Bisa Berkali-Kali Lipat dari Dewasa


Basuki Eka Purnama | Humaniora

PSIKOLOG anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan, berbeda dari orang dewasa, cemas yang dialami remaja bisa berkali-kali lipat.

"Secara ilmiah, ada hormon THP dalam tubuh yang ketika kita cemas. Hormon ini akan keluar dan meredakan cemas itu. Tapi di remaja, entah kenapa hormon bekerja sebaliknya. Jadi, ketika cemas, hormon ini melipatgandakannya," kata dia dalam sebuah konferensi pers virtual, Selasa (11/1).

Oleh karena itu, tidak perlu heran saat melihat remaja merasa seperti langit sedang runtuh hanya gara-gara salah memilih baju atau salah mengenakan sesuatu. Bila orang dewasa menyebutnya berlebihan, pada remaja ini hal biasa.

Baca juga: Polisi Tangkap Dua ABG Pelaku Pembunuhan Remaja di Bekasi

"Jangan heran lihat remaja salah pilih baju kayak langit runtuh. Kita suka bilang lebay, tapi buat mereka enggak," tutur Vera.

Para peneliti dalam studi yang dipublikasikan jurnal Nature Neuroscience, beberapa waktu lalu, juga menyebut hormon THP, yang bisa menenangkan anak-anak dan orang dewasa,  pada remaja justru membuat mereka lebih cemas.

THP yang juga mempengaruhi suasana hati ini juga dapat membuat remaja lebih cemas dengan memblokir reseptor GABA.

Di sisi lain, pengalaman pertama juga bisa membuat seorang remaja mengalami cemas dan stres, termasuk UTBK-SBMPTN, yang bagi sebagian dari mereka adalah suatu gerbang menuju tahapan jenjang pendidikan selanjutnya.

"Jangankan ujian, tugas juga cukup membuat mereka stres. Setiap kali mereka dievaluasi, dinilai kemampuannya itu bikin stres, apalagi UTBK. UTBK itu suatu gerbang untuk anak-anak ini masuk ke tahapan selanjutnya," kata Vera.

Menurut dia, pada remaja, masih lebih dominan emosi sehingga membutuhkan waktu untuk menenangkan emosinya. Hal ini dipengaruhi prefrontal cortex yang belum optimal.

Vera mengatakan, mereka yang cenderung terlihat mudah cemas dan stres yakni remaja dengan kemandirian dalam berpikir kurang terlatih, selama ini selalu mudah dalam menjalani hidup mereka sehingga menjadi kurang tangguh dan tidak terbiasa mempunyai rencana cadangan atau back up plan. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT