11 January 2022, 22:55 WIB

Lestarikan Alam, UNJ Luncurkan Produk Jasa Wisata Ciliwung Heritage 


Mediaindonesia.com | Humaniora

UNIVERSITAS Negeri Jakarta (UNJ) meluncurkan produk wisata Ciliwung Heritage pada Familiarization (FAM) Trip yang digelar Program Studi Pendidikan Geografi UNJ, akhir pekan lalu. Ciliwung heritage merupakan hasil dari pembelajaran luar kampus kewirausahaan mahasiswa (20 SKS) di Sekolah Ciliwung Mat Peci. 

"Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat," ujar Rektor UNJ Komarudin dalam keterangan tertulis, Selasa (11/1). 

Komarudin menjelaskan, tujuan Fam Trip adalah mengenalkan Ciliwung sebagai destinasi wisata Jakarta sebagai hasil pembelajaran kewirausahaan mahasiswa. Kegiatan diawali dengan penyambutan rombongan oleh palang pintu, sambutan dan pembukaan sekaligus launching Warung Geografi di Saung Edukasi Sekolah Ciliwung. 

Selanjutnya, pengarahan juga pelatihan memakai APD pelampung dan Helmet Rafting. Cara menggunakan dayung yang benar dan pemanasan juga berdoa sebelum melakukan susur Ciliwung dengan menggunakan sepuluh perahu dengan masing-masing penumpang 8-9 orang, menuju ke Ecorivarian.  

"Seru, saat mendayung di Ciliwung," kata Beng Rahardian dari Program Studi Desain Komunikasi Visual Institut Kesenian Jakarta (DKV IKJ) yang ikut ajang tersebut. 

Ciliwung dapat dijadikan tempat wisata di Jakarta. Peserta Fam Trip dengan menggunakan perahu dipandu mahasiswa untuk mengunjungi Ekorivarian untuk mengetahui sarana edukasi taman tanaman obat keluarga (TOGA), instalasi pengolahan air limbah (IPAL), pembuatan pupuk kompos dan berakhir mencicipi makanan di pojok kuliner Betawi. 

Baca juga : Ridwan Kamil: Kelas Bisnis Digital Perkuat Fondasi Hadapi Disrupsi 4.0

Selain itu, peserta Fam Trip diajak untuk melakukan kegiatan adopsi pohon sebagai rasa sumbangsih terhadap alam. Destinasi Ekorivarian adalah salah satu produk dari mahasiswa kewirausahaan dari seluruh rangkaian produk wisata Ciliwung dengan tema edukasi dan heritage yang ditawarkan sepanjang Srengseng Sawah-Manggarai.  

“Sengaja kami meminta dilibatkan dalam kegiatan susur Ciliwung ini karena Dinas KPKP dapat membantu menghidupkan wisata Ciliwung ini melalui kuliner. KPKP melalui Jak Preuner membina masyarakat dalam usaha kuliner, kami akan menghubungi binaan kami sekitar Ciliwung untuk mendukung wisata ini," ujar Ribka, perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta. 

Setelah rangkaian kegiatan di Ekorivarian selesai mahasiswa bersama tamu undangan melanjutkan susur sungai dengan perahu menuju taman Pingkal GB. Sepanjang perjalanan peserta undangan dipandu mahasiswa menjelaskan mengenai kondisi alam Ciliwung, baik biota, hewan dan morfologi Ciliwung. Kegiatan di taman Pingkal GB antara lain bersih-bersih, istrirahat, sholat dan makan siang. Kegiatan diakhiri dengan pemberian testimoni dari peserta yang mengikuti susur sungai di Fam Trip.  

"Secara keseluruhan kegiatan ini sangat bermanfaat, meskipun untuk sebagai tujuan wisata masih diperlukan upaya-upaya peningkatan yang melibatkan banyak pihak terutama pihak-pihak kelurahan di sepanjang Ciliwung. UNJ memiliki prodi Tata Boga, Olahraga Rekreasi, Usaha Jasa Pariwisata dan prodi-prodi lainnya yang dapat mendukung dan mengembangkan Ciliwung sebagai destinasi wisata," kata Komarudin. 

Selain itu di Taman Pingkal disediakan stan mahasiswa yang mempromosikan paket wisata lainnya di Ciliwung dan media pembelajaran yang telah dibuat oleh mahasiswa program kewirausahaan Program Studi Pendidikan Geografi UNJ. Produk-produk dari wisata Ciliwung Heritage sepanjang Srengseng Sawah-Manggarai dapat diakses melalui web warunggeografi.com. Melalui Fam Trip wisata ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengembalikan citra Ciliwung sebagai sungai yang memberikan manfaat kepada masyarakat.  (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT