11 January 2022, 17:33 WIB

Ridwan Kamil: Kelas Bisnis Digital Perkuat Fondasi Hadapi Disrupsi 4.0


Mediaindonesia.com | Humaniora

DIGITAL marketing dan kreator konten adalah lapangan pekerjaan yang dibutuhkan untuk saat ini.

Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, perkembangan digital dan maraknya penggunaan sosial media membuat digital marketing dan kreator konten sangat dibutuhkan untuk memasarkan sebuah produk, tak terkecuali dalam mengelola akun.

Demikian disampaikan Ridwan saat membuka kelas perdana Kurikulum Bisnis Digital yang diberikan kepada 245 murid di SMK Negeri 1 Bogor yang diselenggarakan Shopee, Selasa (11/1).

Ridwan Kamil mengatakan untuk memulai cita-cita besar di tengah disrupsi 4.0, dibutuhkan fondasi yang kuat dan mempercepat proses adaptasi melalui pendidikan digital.

"Kita harus bergerak cepat, menjemput bila sebab jika tidak kita akan tertinggal. Melalui pendidikan digital bersama Shopee, akan ada 26.000 siswa penerima manfaat dan menjadi wajah baru Jawa Barat untuk menghadapi industri digital," ujar pria yang karib disapa Kang Emil itu.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan apresiasinya kepada Shopee. Menurutnya, Kota Bogor telah siap untuk transformasi digital. "Kurikulum ini diharapkan tidak hanya memberikan materi tentang bisnis digital bagi anak-anak SMK tetapi juga melatih pengembangan softskill mereka. Kami mengapresiasi inisiatif Shopee yang fokus untuk meningkatkan digitalisasi bagi generasi muda Indonesia," ujar Bima.

Materi kurikulum kelas perdana ini diberikan secara luring dan disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan perwakilan Dedi Supandi dan perwakilan Shopee Indonesia yang bertempat di Aula SMK Negeri 1 Bogor.

Para murid juga dibekali dengan motivasi kewirausahaan guna menumbuhkan rasa semangat berwirausaha dengan teori dan praktik yang diharapkan dapat menjadi referensi para murid untuk bisa menjadi calon pengusaha lokal bisnis digital saat lulus sekolah.

Kepala Hubungan Pemerintah Shopee Indonesia Balques Manisang mengatakan, materi yang diberikan tidak hanya meliputi pengetahuan tentang e-commerce, materi dari hulu ke hilir terkait penjualan produk secara online di Shopee. Menurutnya, ada juga materi tentang pengembangan diri, tetapi juga ada mata pelajaran Produk/Proyek Kreatif Kewirausahaan (PKK), pengembangan mata pelajaran pilihan di setiap kompetensi/konsentrasi keahlian hingga pengembangan kelas industri pada konsentrasi manajemen logistik, bisnis daring dan pemasaran serta ritel.

"Adanya Kurikulum Bisnis Digital ini ke depannya diharapkan dapat menjadi referensi pendukung murid SMK Negeri 1 Bogor dan tentunya seluruh murid SMK se-Jawa Barat agar nantinya bisa menjadi agar bisa menjadi katalis penggerak ekonomi daerah melalui teori dan praktik bisnis digital yang komprehensif," tandas Balques. (Ant/OL-8)

 

 

BERITA TERKAIT