11 January 2022, 13:31 WIB

KemenPPPA : Kesehatan dan Keselamatan Jadi Prioritas Utama Pelaksanaan PTM 100%


Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora

MEMASUKI tahun ajaran baru, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah mengeluarkan kebijakan pembelajaran tatap muka tahun 2022 dengan menargetkan pembelajaran tatap muka dilakukan 100%.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) berharap pelaksanaan PTM tetap menjamin protokol kesehatan serta capaian vaksinasi covid-19 dosis 2 bagi pendidik minimal 80 persen.

"Bagi KemenPPPA ada 2 hal utama yang menjadi pertimbangan kami yaitu pertama, prinsip kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam menetapkan kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan. Kedua, mempertimbangkan tumbuh kembang dan hak anak selama pandemi covid-19. Ini harus menjadi dasar,” ujar Deputi Bidang Perlindungan Hak Anak KemenPPPA, Agustina Erni dalam keterangan resmi, Selasa (11/1)

Selain itu, menurut Erni daerah juga perlu melakukan pemetaan sekolah berdasarkan zona covid-19 dan pemetaan satuan pendidikan, guru dan murid terkait kesiapan PTM dengan melakukan assessment.

Assesment untuk mengukur kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan PTM 100% secara penuh pada aspek kesiapan sarana prasarana pendukung protokol kesehatan dan kesiapan sekolah melakukan PTM 100% secara penuh baik di rumah maupun tatap muka terbatas.

Baca juga: Sumbang Darah untuk Kemanusiaan, Media Indonesia Gelar Donor Darah

“Pemerintah telah menyusun regulasi yang dilengkapi dengan buku saku, sehingga perlu peran kita bersama untuk memahami regulasi tersebut sehingga implementasinya di lapangan dapat berjalan dengan baik. Orang tua juga diperbolehkan memilih untuk tetap melakukan pembelajaran jarak jauh jika dirasa orang tua belum siap untuk melakukan PTM 100% secara penuh bagi anaknya,” tutur Erni.

Erni kembali menegaskan agar Pemerintah Daerah yang memiliki kewenangan terkait pelaksanaan PTM harus mempertimbangkan 5 SIAP.

“Kesiapan anak dalam menerapkan protokol kesehatan, kesiapan keluarga dalam mendukung dan mempersiapkan anak PTM, siap satuan pendidikan untuk menyelenggarakan PTM, dan siap sarana dan prasarananya,” jelas Erni.

Perlunya peran semua pihak terutama orang tua sangat mempengaruhi PTM dapat berjalan dengan baik.

Erni menghimbau satuan pendidikan perlu melibatkan peran aktif orang tua dalam mendampingi anak-anaknya untuk persiapan PTM dan memastikan seluruh warga sekolah melaksanakan protokol keselamatan dan kesehatan dalam proses belajar.

“Persiapan para orang tua menjadi fokus perhatian yang harus diantisipasi ketika mengizinkan anaknya bersekolah dengan tatap muka 100 %,”

Di samping itu, Erni menjelaskan perlu peran aktif Kepala Satuan Pendidikan, Pemda, Dinas pendidikan, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama untuk memastikan PTM 100% secara penuh dapat berjalan dengan aman dengan cara.

“Pemerintah pusat dan daerah juga perlu membuka kanal-kanal pengaduan seluas-luasnya sehingga masyarakat dapat ikut memantau dan melaporkan pelaksanaan PTM. Kembali lagi, PTM 100 % harus tetap mempertimbangkan kondisi, kebutuhan, dan kapasitas daerahnya,” pungkas Erni. (OL-4)

BERITA TERKAIT