09 January 2022, 18:59 WIB

Soal Petisi, Kepala BRIN: Saya Ambil Sisi Positif


Faustinus Nua |

KEPALABadan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menanggapi adanya petisi yang menuntut dikembalikannya peleburan lembaga riset dari BRIN. Dirinya mengatakan tidak ingin berprasangka buruk dan lebih mengambil sisi positif dari polemik tersebut.

"Saya tidak ingin berprasangka buruk apakah ada motif lain. Tetapi saya mengambil sisi positif bahwa dinamika ini akan meningkatkan kepedulian publik pada iptek dan riset," ujarnya kepada Media Indonesia, Minggu (9/1).

Menurutnya, sejumlah nama ilmuwan yang tercantum dalam petisi di www.change.org itu cukup dekat dengannya. Bahkan beberapa di antaranya mengaku dicatutut nama mereka sebagai pendukung petisi tersebut.

Baca juga: Varian Omikron Meningkat, Epidemiologi: Indonesia Harus Waspada

"Banyak di antara nama-nama ini menyampaikan ke saya dicatut namanya, dan tidak tahu menahu dengan petisi ini. Bisa dicek beberapa di antara mereka," terangnya.

Handoko menegaskan, sebagai akademisi mestinya mereka mendapatkan dan memahami informasi secara utuh, baru kemudian memberi masukan secara konstruktif. Dia menilai sebagian besar informasi yang diterima tidak benar, tidak utuh atau salah dipahami.

"Padahal sangat mudah menghubungi saya untuk sekedar bertemu dan berdiskusi. Bahkan setengah dari mereka memiliki kontak saya," kata dia.

Peleburan lembaha riset ke dalam BRIN sudaj sesuai dengan regulasi. Semuanya dilakukan berdasarkan kajian dan pertimabangan matang.

Adapun, beberapa nama yang tercantum dalam informask terkait petisi itu adalalah Prof. Azyumardi Azra, Prof. Didin S Damanhuri, Prof. Agus Pakpahan, Prof. Amien Soebandrio, Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro, Dr Abdul Malik, Dr Fadhil Hasan dan puluhan nama lainnya. (H-3)

BERITA TERKAIT