04 January 2022, 09:14 WIB

Puluhan Anggota Dewan Masjid Telah Daftarkan Peserta Program BPJAMSOSTEK 


mediaindonesia.com |

SEBANYAK 91 anggota dewan masjid di wilayah Tebet telah didaftarkan program jaminan sosial tenaga kerja atau Jamsostek.

Mereka mengikuti program jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM). Iuran mereka ditalangi dana corporate social responsibility (CSR) Inke Maris & Associates.

Dalam pernyataannya, Chief Executive Officer, Inke Maris & Associates, Isma Natanegara, menyampaikan, "Sangat menghargai layanan profesional yang ditunjukan BPJS Ketenagakerjaan. Cepat, responsif, dan sangat melayani."   

"Peduli perlindungan pekerja rentan yang digagas oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk membantu pekerja rentan mendapatkan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, sangat kami apresiasi," jelas Isma.

"Oleh karenanya, kami langsung menyambut baik dan mengalokasikan anggaran CSR perusahaan untuk berpartisipasi pada program peduli perlindungan pekerja rentan," jelasnya.

BPJAMSOSTEK mengajak perusahaan membantu pekerja rentan, seperti dewan masjid, pemulung, guru honorer, dan pedagang kaki lima, agar terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan.

Salah satu caranya adalah menalangi iuran Jamsostek mereka. Dengan begitu, para pekerja rentan tidak khawatir untuk bekerja semaksimal mungkin meski menghadapi risiko sewaktu-waktu.

Pekerja rentan adalah mereka yang memiliki risiko tinggi dalam bekerja. Upah mereka sangat minim. Hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum.

Kehidupan mereka serba terbatas, jauh dari standar layak hidup masyarakat yang bekerja di kantor atau membangun wirausaha. Mereka tersebar di berbagai area kota.

Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Jakarta Sudirman, Suhuri, mengapresiasi bantuan Inke Maris & Associates.

“Komitmen membantu iuran jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian untuk puluhan pekerja rentan mengandung empati besar membantu kaum lemah, seperti pekerja rentan," kata Suhiri.

Pihaknya optimistis upaya ini akan terus bergulir. Akan ada pihak lain yang juga membantu pekerja rentan sehingga semakin banyak lagi yang terlindungi,” ujarnya di Jakarta pada Selasa (4/1).

Peduli perlindungan pekerja rentan merupakan program perlindungan bantuan kepada kelompok masyarakat yang masuk ke dalam pekerja rentan, agar mereka dapat memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Gerakan ini membayarkan iuran para pekerja bukan penerima upah (BPU), yang belum mampu untuk menjadi peserta Jamsostek secara mandiri karena keterbatasan penghasilan. Contoh pekerja rentan di sekitar sini adalah penjual kopi keliling, atau kita mengistilahkannya 'Starling' alias 'Starbuck keliling'," ujar Suhuri.

Peduli perlindungan pekerja rentan merupakan inovasi sosial yang ditujukan untuk membantu perlindungan pekerja rentan melalui donasi pembayaran iuran jaminan sosial ketenagakerjaan.

Pendanaan program tersebut diambil dari penganggaran CSR perusahaan swasta, BUMN/BUMD ataupun sumbangan masyarakat secara individual.

“Kami mengajak para pengusaha, karyawan, dan seluruh elemen, untuk berpartisipasi. Ini merupakan donasi untuk keberlangsungan saudara kita para pekerja rentan yang hidupnya serba terbatas. Mereka adalah warga negara, sama seperti kita, yang membutuhkan perlindungan Jamsostek,” kata Suhuri. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT