29 December 2021, 23:23 WIB

Implementasi MBKM, Untar Dampingi UMKM di Belitung dan Gelar Rangkaian Penelitian Ilmiah 


Mediaindonesia.com | Humaniora

IMPLEMENTASI kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dilakukan Universitas Tarumanagara dengan melakukan pendampingan terhadap UMKM di Belitung, Bangka Belitung melalui tim Pengabdian Kepada Masyarakat dan menggelar rangkaian penelitian ilmiah. Implementasi MBKM Untar dipimpin oleh para dosen dan ikut melibatkan mahasiswa. 

“Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk memfasilitasi penelitian dampak MBKM terhadap PTS, memfasilitasi PKM berdasarkan hasil penelitian PTS serta meningkatkan peran perguruan tinggi kepada masyarakat di tingkat pemerintah daerah, provinsi dan pusat,” jelas Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Untar Jap Tji Beng. 

Rektor Untar Agustinus Purna Irawan mengatakan, kegiatan-kegiatan MBKM dilakukan secara berkelanjutan, membangun kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Menurutnya, kampus punya tanggung jawab besar untuk menyelesaikan tugas pelayanan sebagai dosen di lembaga pendidikan tinggi. 

"Dengan dana yang dipercayakan, harus menghasilkan peningkatan kemampuan dosen, serta perguruan tinggi dalam menghasilkan berbagai karya penelitian dan pengabdian masyarakat yang implementatif. Melalui penelitian dan kegiatan PKM, karya dosen dan mahasiswa akan dirasakan oleh masyarakat serta mendukung mahasiswa dalam upaya memperoleh pekerjaan yang layak setelah lulus dari perguruan tinggi,” kata Agustinus dalam Seri Seminar Nasional (SERINA) Untar. 

Pendampingan terhadap UMKM di Belitung dilakukan oleh tim Untar yang dipimpin Mei Ie dengan tema “Program Pendampingan UMKM sebagai Upaya Mendukung Sustainable Tourism di Belitung”. Ia menyebutkan, Indonesia memiliki potensi basis ekonomi nasional yang kuat karena jumlah UMKM terutama usaha mikro  sangat banyak dengan daya serap tenaga kerja yang besar. 

“Melalui pendampingan ini kami harap mindset para pemilik UMKM di Belitung menjadi lebih terbuka, dan harapannya dapat memberi manfaat, terutama dari segi design yang nantinya dapat meningkatkan kualitas produk.,' ujarnya. 

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie mengapresiasi upaya Untar melakukan pendampingan UMKM. Menurutnya, sudah waktunya produk UMKM daerah naik kelas dengan peningkatan kualitas. 

Baca juga : Magang dan Studi Independen Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

"Di masa pandemi saat ini, walau wisatawan belum bisa berkunjung ke Belitung, maka produk kami yang harus bisa berkunjung ke rumah mereka. Melalui kolaborasi dan bantuan dari Untar, kami harap dapat meningkatkan  tingkat kesejahteraan SDM, mindset dan mental SDM terbuka lebih kreatif, inovatif, dan mampu mengimplementasikan teknologi dan kearifan lokal untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Bangka Belitung," kata Alumnus Untar itu. 

Sementara itu, sejumlah penelitian yang dilakukan Untar dalam program MBKM, diantaranya Dampak Pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Universitas Tarumanagara” yang dilakukan tim Sri Tiatri. Penelitian itu menunjukkan pemahaman implementasi MBKM di PTS oleh Dosen, Tendik, dan Mahasiswa. Hasil yang diperoleh adalah 52,35% Dosen, 47,79% Tendik dan 46% Mahasiswa Untar sebagian besar telah memahami kebijakan MBKM. 

Penelitian lainnya bertajuk “Dampak Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Tingkat Fakultas” oleh tim yang dipimpin  Riris Loisa. Penelitian itu menjelaskan bahwa penerapan MBKM di fakultas hingga program studi telah sejalan dengan program MBKM yang diluncurkan pemerintah dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam hal tata cara/aturan, besaran SKS dan sebagainya. 

Untar juga menggelar penelitian bertajuk “Dampak Kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Magang dan Studi Independen dalam Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa”, dinyatakan bahwa implementasi kegiatan magang dapat meningkatkan hard skill maupun soft skill para mahasiswa.. 

Sementara riset eksternal yang dilakukan Untar bertajuk “Pengembangan Resiliensi Remaja di Sekolah Menengah Atas di Era Industri 4.0” oleh tim peneliti yang dipimpin Fransisca Iriani R. Dewi menjelaskan bahwa remaja membutuhkan ketangguhan (resiliensi) dalam menghadapi tantangan masa depan, karena tanpa disadari, remaja mengalami banyak tantangan dalam keseharian yang disebabkan adanya permasalahan. Hal ini dapat menimbulkan rasa tidak percaya diri. 

Untar juga melakukan pendampingan bagi guru sekolah dasar yang dilakukan oleh Jap Tji Beng dengan memberikan pembekalan  untuk menghadapai revolusi industri 4.0 dengan Pembelajaran Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) menggunakan Internet of Things (IoT).  

Jap menyampaikan, meskipun ada permasalahan terkait kurang memadainya jaringan internet, namun para guru memiliki antusiasme  tinggi untuk menerapkan STEM kepada siswa SD. Hal ini dapat menjadi bekal untuk mengintegrasikan pelaksanaan pembelajaran Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika di masa mendatang. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT