29 December 2021, 22:17 WIB

Magang dan Studi Independen Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa


Widhoroso | Humaniora

MAGANG dan studi indipenden terbukti mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa. Hal itu terungkap dalam survei yang dilakukan Universitas Tarumanagara (Untar) didukung Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek.

Penelitian tersebut dilakukan pada program studi S1 Teknik Informatika dan S1 Desain Interior. Tim diketuai Desi Arisandi dengan dibantu Maitri Widya Mutiara dan Viny Christanti Mawardi. Menurut Desi, hasil survei memperlihatkan mahasiswa mendapatkan peningkatan di bidang kompetenti teknis seperti kemampuan melakukan perancangan, melakukan analisis sistem, pemograman serta membuat dokumentasi kegiatan.

"Hasil survei memperlihatkan 59 persen mahasiswa menyatakan terdapat peningkatan yang baik," ujar Desi, yang juga menjabat Ketua Program Studi S1 Teknik Informatika Untar dalam keterangan yang diterima, Rabu (29/12).

Selain itu, jelas Desi, terdapat pula peningkatan kompetensi nonteknis pada aspek kemampuan komunikasi, kerja sama tim, penyelesaian masalah serta berfikir kreatif dan inovatif. "Sebanyak 67 persen mahasiswa menyatakan terdapat peningkatan yang baik," ungkapnya.

Hal itu juga didukung pernyataan dari mitra pelaksana kegiatan magang yang menyatakan dengan kebijakan magang dan studi independen dengan durasi yang lebih dari tiga bulan, mahasiswa dapat diberi pembekalan yang cukup baik secara kompetensi teknis maupun nonteknis. "Menurut mitra, peningkatan kompetensi mahasiswa dilatih melalui training, mentoring, dan diikutsertakan dalam proyek nyata bersama user," ujar dia.

Dikatakan lebih lanjut, Program Studi S1 Teknik Informatika dan S1 Desain Interior Untar telah memulai mengimplementasikan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan magang dan studi independen sebelum kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) diterapkan. Disebutkan, setiap mahasiswa diwajibkan melakukan magang/praktik kerja dalam kurun waktu 3–6 bulan pada perusahaan atau organisasi yang menjadi mitra program studi.

"Dengan kebijakan MBKM, kegiatan magang dan studi independen dapat dilakukan dengan durasi yang lebih panjang yaitu 6-12 bulan. Dengan telahdilaksanakannya kegiatan magang dan studi independen diharapkan dapat meningkatkan kompetensi lulusan dalam bidang hard skill dan soft skill, serta kesiapan menghadapi dunia kerja melalui pembelajaran langsung di tempat kerja," ujarnya.

Mahasiswa program studi S1 Teknik Informatika Jesslyn mengatakan durasi magang selama enam bulan hingga satu tahun tersebut cukup baik. Dengan durasi magang cukup lama, mahasiswa bisa benar-benar berlatih bekerja secara langsung di lapangan, ungkap mahasiswa yang magang sebagai mobile developer pada PT Adicipta Inovasi Teknologi tersebut. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT