28 December 2021, 21:28 WIB

Badan Bahasa Kembangkan Aplikasi Penyunting Bahasa Indonesia Berbasis KBBI 


Faustinus Nua | Humaniora

BADAN Pengembangan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sejak Oktober 2021 telah mengembangkan aplikasi Sipebi. Aplikasi ini untuk perbaikan atau penyuntingan bahasa secara otomatis yang menggunakan pangkalan data Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). 

"Mulai bulan Oktober Bahasa Indonesia juga punya spelling untuk pengecekan ejaan kami beri nama Sipebi," ujar Kepala Badan Bahasa Endang Aminudin Aziz dalam Taklimat Media, Selasa (28/12). 

Aplikasi yang masih terus dikembangkan itu sebenarnya sudah bisa digunakan untuk laptop dengan software Windows. Sementara untuk software lain seperi Mac Os belum bisa digunakan dan masih terus dikembangkan. 

Endang berharap dengan adanya aplikasi penyuntingan, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar bisa terus meningkat. Masyarakat Indonesia maupun WNA yang ingin belajar Bahasa Indonesia bisa lebih mudah memahami kata-kata yang ada dalam KBBI. 

Baca juga : Kembangkan Kolaborasi Melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Pada 2021, penggunaan KBBI juga menjadi lebih populer. Banyak orang yang mengakses KBBI secara daring dengan pemutakhiran yang terus dilakukan Badan Bahasa. 

"Ada 142 juta orang yang mengakses. Hitung perhari, perjam hingga permenit. Satu menit itu rata-rata dicari oleh 52,38 orang. KBBI semakin hari semakin populer," tutur Endang. 

Banyak program Badan Bahasa yang mengalami peningkatan cukup signifikan di masa pandemi. Dengan semakin banyak memanfaatkan internet mulai dari literasi hingga pengajaran Bahasa Indonesia BIPA terus mengalami peningkatan. 

Hal itu selain menjadi capaian positif, menurut Endang juga sebagai tantangan baru. Pihaknya harus terus berinovasi dalam memaksimalkan peluang di era digital.(OL-7)

BERITA TERKAIT