26 December 2021, 16:11 WIB

Pembatasan Sosial Cukup Sukses Tekan Laju Kasus Covid-19 di Tanah Air


mediaindonesia.com | Humaniora

REKAPITULASI jumlah total kasus Covid-19 yang di Indonesia hingga 26 Desember 2021 tercatat 4.261.667 kasus. Dengan jumlah meninggal dunia 144.053 orang dan sembuh 4.112.901 orang.

Per tanggal 22 Desember 2021 saja, situs Kemenkes melaporkan tambahan 179 kasus positif Covid-19 di Indonesia dengan kesembuhan mencapai 252.

"Dibandingkan dengan negara-negara lainnya, Indonesia termasuk sebagai negara yang relatif baik dalam hal penanganan kasus Covid-19," kata dr. Pompini Agustina Sitompul, Sp.P, pada Plenary Discussion yang terbuka untuk umum dengan tajuk 'Update on SARS-Cov2: Variant Omicron” yang diselenggarakan di Ruang Sasana Krida SMAN 8 Jakarta, Minggu (26/12).

Pada kegiatan yang menjadi bagian kegiatan Perkumpulan Dokter Alumni SMAN 8 Jakarta, dr.Pompini mengatakan,"Hal itu terlepas dari pro dan kontra, beragam kebijakan, termasuk pemberlakuan kewajiban hingga pembatasan gerak masyarakat melalui pembatasan sosial berskala besar memang relatif cukup menahan laju pertumbuhan kasus Covid-19 di Indonesia."

Namun dr.Pompini menegaskan bahwa perkembangan varian Covid-19 terjadi seolah berpacu dengan upaya-upaya penanganan dan penanggulanganya.

"Belakangan pun sudah marak berita tentang varian Omnicron yang sudah masuk ke Indonesia dengan ini kasus yang sudah diberitakan di berbagai media," katanya.

Berangkat dari kepekaan terhadap dinamika situasi dan kondisi terkait Covid-19, mendorong para dokter yang tergabung dalam Perkumpulan Dokter Alumni SMAN 8 atau Smandel atau lebih popular dengan sebutan DAS atau Dokter Alumni Smandel menggelar webinar dalam format Plenary Discussion di ruang Sasana Krida SMAN 8 Jakarta.

Dalam webinar yang dipandu Ketua DAS, dr. Herry Nursetiyanto, Sp.PD, FINASIM, dr.Pompini yang juga anggota DAS menggambarkan ciri-ciri yang harus dikenali berikut cara pencegahan varian Omnicron.  

Menurut dr.Pompini, DAS tidak hanya beranggotakan para dokter dan spesialis yang populer dan mumpuni.

Banyak anggota DAS yang menjadi tokoh-tokoh penting dalam dunia Kesehatan di Indonesia, termasuk beberapa pejabat Kementerian Kesehatan yang menjadi induk giat bidang kesehatan di Indonesia.

Peran akti DAS di bidang kesehatan

Sebelum webinar yang digelar di ruang Sasana Krida SMAN 8 Jakarta, dilakukan pula peresmian dan acara pelantikan Pengurus Perkumpulan Dokter Alumni SMAN 8 Jakarta alias DAS. 

Hal ini menandai awal resminya kegiatan-kegiatan DAS sebagai salah satu entitas komunitas kesehatan yang signifikan perannya di Indonesia.

Tim formatur yang membidani terbentuknya DAS telah ditunjuk dr. Herry Nursetiyanto, Sp.PD, FINASIM, dokter spesialis endokrinologi yang merupakan lulusan SMAN 8 Jakarta Angkatan 1986, sebagai Ketua DAS untuk periode 2021 – 2025.

Salah satu dewan penasehat organisasi ini adalah Brigjen TNI dr. Dewi Puspitorini, Sp.P(K), MARS, MH. Selain spesialis paru, dia juga menguasai ilmu manajemen rumah sakit.

Jabatan fungsionalnya saat ini adalah Direktur Profesi Tenaga Kesehatan RSPAD Gatot Subroto. Secara kebetulan, dr. Dewi adalah teman seangkatan dr. Herry semasa SMA.

Dari sekian banyak tokoh populer dunia kesehatan fi Indonesia yang tergabung di dalam DAS, tercatat nama drg. Arianti Anaya, MKM, alumni Smandel angkatan 1983 yang baru saja menduduki posisinya sebagai Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Sebuah posisi baru di Kemenkes yang ditambahkan oleh Presiden Jokowi guna memastikan bahwa transformasi sektor Kesehatan Indonesia ke depannya menjadi jauh lebih baik.

Hal ini disampaikan oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin sebagaimana keterangan pers Kemenkes pada Kamis (16/12) lalu.

Dalam kiprahnya kemudian, sebagai bagian dari komunitas alumni Smandel yang memiliki sekumpulan tokoh-tokoh penting di sektor pemerintah maupun swasta.

Komonuitas alumni Smandel memastikan bahwa DAS akan berkembang sebagai salah satu entitas komunitas kesehatan yang akan berperan besar dalam pengembangan dunia kesehatan di Indonesia. Jaringan itulah yang akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan DAS.

Beberapa alumni non-dokter yang turut menyaksikan pelantikan pengurus DAS periode 2021 – 2025 ini, Aquarius Rudianto, Direktur Jaringan dan Retail Banking PT Bank Mandiri Tbk, bersama teman seangkatannya, Angkatan 1985, Arif Mujahidin yang menjabat sebagai Direktur Komunikasi Korporat Danone Indonesia.

Arif baru saja tercatat sebagai salah satu Pimpinan Public Relation paling berpengaruh tahun 2021 versi majalah PR.

DAS juga memperoleh dukungan kuat dari Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Adib Khumadi SpOT yang sempat hadir dan memberi sambutan dalam acara Musyawarah Nasional DAS sebelumnya.

Dalam kondisi kesehatan terbaru saat ini, problem pandemik maupun masalah transformasi tenaga kerja kesehatan menjadi isu terdepan yang dijadikan prioritas kegiatan DAS tahap awal. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT