23 December 2021, 23:25 WIB

Survei : Ibu yang Berdaya Beri Kontribusi Multidimensional pada Keluarga dan Negara


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

PEMBERDAYAAN kaum Ibu adalah solusi yang tidak hanya bermanfaat bagi perempuan, tetapi juga masyarakat dan ekonomi nasional secara keseluruhan. Pemberdayaan yang dimaksud bermakna multidimensional seperti: dari aspeknekonomi, sosial, hingga keterlibatan domestik. 

Riset dan survei yang digelar platform parenting, Orami, bertajuk Uncovering the Potential of Indonesian Mothers: Pandangan soal Pemberdayaan Ibu dan Aspirasi untuk Mandiri secara Ekonomi, menunjukkan bahwa hanya 50% dari ibu yang mengaku sudah merasa berdaya. Riset Orami juga memperlihatkan bahwa mampu mandiri secara ekonomi, mampu memanfaatkan waktu dengan produktif, dan mampu bermanfaat bagi orang lain adalah 3 faktor terbesar yang dirasakan oleh ibu yang merasa sudah berdaya.

Tidak hanya itu, beberapa temuan menarik lainnya antara lain terlihat dari data yang memperlihatkan bahwa kemampuan mandiri secara ekonomi berkorelasi dengan rasa berdaya. Terbukti, 70% dari ibu yang menjawab bahwa ia mampu mandiri secara ekonomi/ memiliki pendapatan sendiri mengaku merasa sudah berdaya. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan untuk mandiri secara ekonomi sangat penting untuk membantu seorang moms jadi lebih berdaya.

Head of Content Orami (SIRCLO Group) Prita Apresianto mengungkapkan, punya penghasilan sendiri menjadi hal yang diinginkan oleh hampir seluruh Ibu, dimana mayoritas menjadikan profesi wirausaha sebagai cara yang ingin dilakukan untuk mandiri secara ekonomi.

"Bisa dilihat juga bahwa aspirasi untuk mandiri secara ekonomi muncul lebih karena keinginan dan aktualisasi diri, bukan karena keharusan atau kebutuhan," ujarnya dalam diseminasi hasil survei secara daring. 

Pertiwi Triwidiahening, National Programme Officer-Women Entrepreneurship UN Women Indonesia, Pertiwi Triwidiahening mengungkapkan, pemberdayaan ekonomi perempuan harus juga meningkatkan agensi perempuan yang tidak hanya meningkatkan ekonomi keluarga, tetapi membuat peran perempuan dalam mengambil keputusan penting dan setara dalam keluarga. 

Selain itu, partisipasi perempuan dalam aktivitas ekonomi juga dapat meningkatkan produktivitas dan PDB, meningkatkan diversifikasi ekonomi, serta kesetaraan pendapatan. 

"Semakin banyaknya Ibu pengusaha maupun freelancer juga menjadi tanda bahwa kesempatan bagi para Ibu untuk mampu mandiri secara ekonomi kini terbuka lebar dan hal ini merupakan sebuah indikasi positif untuk meningkatkan kesetaraan di bidang ekonomi," ujarnya. 

Baca juga : Permata Hati CSR Beri Program Pendampingan Bagi Disabilitas Pelaku UMKM

Riset membuktikan bahwa perempuan yang tidak menghasilkan pendapatan 7 poin persentase lebih kecil kemungkinannya untuk mengontrol pendapatan rumah tangga di luar kebutuhan dasar, dan 3 poin persentase lebih kecil kemungkinannya untuk mengontrol bagaimana uang mereka sendiri dibelanjakan atau ditabung, dibandingkan perempuan yang menghasilkan pendapatan.

Poin menarik lain yang bisa disimpulkan dari riset itu adalah fakta bahwa berwirausaha ternyata menjadi cara yang paling ideal menurut mayoritas ibu untuk mandiri secara ekonomi. Sebanyak 70% responde merasa bahwa menjadi wirausaha adalah cara yang paling ideal untuk mandiri secara ekonomi, diikuti dengan bekerja paruh waktu (freelance) sebanyak 17%. Adanya waktu yang fleksibel adalah alasan utama tipe pekerjaan tersebut dianggap ideal.

Psikolog Anastasia Satriyo mengatakan, rasa berdaya bisa tumbuh dari berbagai hal, karena ketika seorang Ibu merasa fulfilled dan potensi dirinya terfasilitasi, ia sebenarnya bisa dibilang sudah berdaya. 

Itulah mengapa Ibu yang berdaya, secara mental biasanya lebih sehat dan hasilnya, ia akan lebih mampu memaksimalkan berbagai perannya dengan baik. Secara jangka panjang, tentu hal ini akan berpengaruh kepada tumbuh kembang generasi kita ke depanny," ujarnya. 

Tidak hanya dalam kontribusinya terhadap keuangan rumah tangga, sosok Ibu kini menjadi sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan dalam rumah tangga. Komunitas Ibu mampu saling memberikan opini dan rekomendasi, di mana sebagian besar Ibu menjadi pihak yang paling berpengaruh, baik di keluarganya masing-masing maupun kepada komunitas di sekelilingnya.

Melihat potensi para Ibu itu, Orami membesarkan IbuSibuk di pertengahan tahun ini. Sebagai program pemberdayaan ekonomi dari Orami, IbuSibuk menjadi platform yang memungkinkan para Ibu untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari rumah dengan cara menjadi nano-influencers yang merekomendasikan produk dan layanan dari berbagai brand. 

“Sebagai bentuk komitmen untuk menghadapi kendala para Ibu dalam menambah ilmu dan network, para anggota IbuSibuk tidak hanya diberi akses ke beragam brand campaign, namun juga akan diberi pelatihan eksklusif terkait entrepreneurship dan pengembangan diri,” lanjut Prita. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT