23 December 2021, 20:55 WIB

Ditjen Diktiristek Gandeng Kadin Bangun Ekosistem Inovasi


Mediaindonesia.com |

KEPALA Badan Riset dan Teknologi Kadin Indonesia Ilham Habibie, menemui Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Prof. Nizam, dalam sebuah pertemuan silaturahim di Gedung Kemendikbudristek, Rabu (22/12).

Dalam pertemuan tersebut, Ilham menekankan perlunya bagi Indonesia untuk melakukan lompatan dalam hal penguasaan dan pengembangan teknologi.

"Kami berkomitmen bersinergi dengan perguruan tinggi. Situasi di era disrupsi yang tidak ada kepastian ini menuntut untuk adaptif, kami siap koordinasikan lebih lanjut. Kami melihat banyak sekali potensi lintas sektor yang bisa dikerja samakan. Kadin ini  jembatan penghubung, sehingga bisa melihat partner yang tepat untuk kolaborasi,” ujar Ilham lewat keterangan resmi, Kamis (23/12).

Dalam kesempatan tersebut, Nizam menjelaskan berbagai terobosan program kolaborasi yang tengah dioptimalkan seperti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Kedaireka. “Mendikbudristek Mas Nadiem juga terus mendorong agar kolaborasi dengan industi memberikan dampak yang luas bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat,” jelas Nizam.

Program MBKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar selama kurun waktu sampai tiga semester di luar program studi. Nizam menjelaskan, mahasiswa juga bisa melakukan full time research menerapkan ilmu yang didapat selama perkuliahan. Di antara program MBKM yang bisa disinergikan dengan industri ialah MSIB Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) dan praktisi mengajar di kampus.

Menurut Nizam, Indonesia memiliki lebih dari 300 ribu dosen dan lebih dari 3 juta mahasiswa dari Sabang sampai Merauke. “Potensi ini harus dikelola dengan baik dan optimal bersama-sama. Saya melihat dalam dunia riset dan inovasi, seringkali hasil-hasil riset kampus sulit sekali masuk ke industri, hal ini harus dicarikan solusinya sehingga kedua belah pihak bisa saling memberikan manfaat,” tuturnya.

Nizam menjelaskan inovasi dan sinergi dengan dunia industri dan dunia usaha  (DUDI) telah dilakukan melalui platform kolaborasi perguruan tinggi dan industri yang dikenal dengan Kedaireka. Pada 2021 ini melalui Matching Fund Kedaireka telah melahirkan lebih dari 400 program yang didanai Kemendikbudristek, hingga mengkurasi ribuan produk riset dan inovasi dari kampus yang bersinergi dengan DUDI.

Di antara inovasi terbaru misalnya di Yogyakarta telah hadir Gadjahmada Airport Transporter Electric (GATe), yang merupakan kendaraan listrik hasil karya dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM). Kendaraan ini nantinya akan digunakan sebagai alat transportasi di Bandara Internasional Yogyakarta dan Bandara Soekarno-Hatta. Mobil listrik GATe rencananya juga akan digunakan untuk mendukung presidensi G20 tahun depan. "Selain itu banyak sekali produk inovasi dihasilkan dalam bidang UMKM, energi terbarukan, kelautan dan perikanan, teknologi pembelajaran, hingga penanganan stunting," jelas Nizam.

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo mengenai Green Economy, Blue Economy, Artifical Intelegent, Health dan Tourism, menurutnya program-program ini juga harus terus dikembangkan kedepan. “Hal ini merupakan upaya yang tidak terpisahkan dalam membangun open innovation serta langkah mewujudkan ekosistem inovasi,” papar Nizam.

Selaras yang disampaikan Nizam, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Paristiyanti Nurwardani menyampaikan bahwa kerja sama dengan industri harus ditingkatkan dengan optimal.

“Komunikasi harus terus dilakukan, for begining we start together dengan program-program yang terukur sesuai dengan prioritas nasional yang berdampak untuk masyarakat,” ungkap Paristiyanti.

Dalam acara ini pihak KADIN Indonesia, Ilham Habibie di dampingi para pengurus diantaranya Merza Fachys, Teguh Anantawikrama, Anggawira, Biben A dan Nuly Nazlia. Sedangkan Plt. Dirjen Diktiristek didampingi Sekretaris Ditjen Diktiristek Paristiyanti Nurwardani, Ketua/PMO Kedaireka M.Setiawan, Achmad Aditya, Willy Sakareza, Ade Kadarisman, dan Mahir Bayasut. (OL-8)

BERITA TERKAIT