22 December 2021, 00:05 WIB

Untar Siapkan Perkuliahan Hibrida di Semester Genap 2022 


Mediaindonesia.com | Humaniora

PERKULIAHAN Semester Genap Tahun 2022 dimulai pada Februari mendatang, Universitas Tarumanagara  (Untar) akan mulai mengadakan perkuliahan secara hybrid yaitu perkuliah secara daring (online) dan luring (offline) bagi mahasiswa. 

Rektor Untar Agustinus Purna Irawan mengatakan, bagi mahasiswa yang datang ke kampus atau perkuliahan secara luring, pihaknya akan mempersiapkan ruangan perkuliahan dengan prosedur penerapan prokes yang ketat. 

“Sejauh ini masih dipersiapkan ruangan. Sehingga jika mahasiswa yang tidak bisa hadir ke kampus atau tidak mendapat izin dari orang tua maka tetap bisa mengikuti pembelajaran secara daring, tetapi yang mendapat izin orang tua bisa hadir ke kampus,” ujar Agustinus dalam keterangannya seusai menghadiri Peringatan Hari Natal di Kampus Untar, Jakarta, Senin (20/12). 

Menurut Agustinus, untuk pembelajaran luring atau datang ke kampus, prioritas akan diberikan kepda mahasiswa baru angkatan 2020 dan 2021 yang selama ini belum pernah masuk kampus. 

“Kemudian prioritas kedua kepada mahasiswa tingkat akhir yang harus mengambil data di laboratorium untuk praktikum atau penelitian,” tutur Agustinus. 

Rektor Untar juga mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum selesai terlebih dengan ditemukan varian baru Omikron. Dirinya menjelaskan dunia pendidikan harus memberi contoh penerapan prokes yang ketat tapi aktifitas pembelajaran dapat kembali normal. 

Baca juga : Kukuhkan 30 Guru Besar Dalam 3 Tahun, UNJ Raih Rekor MURI 

“Tentu kita harus memberi contoh teladan kepada seluruh masyarakat bagaimana kita mengambil sikap menerapkan prokes yang ketat. Tetapi kita tetap belajar dan melakukan aktifitas normal tanpa hoaks serta tanpa isu yang menakutkan,” ungkapnya. 

Pada kesempatan itu, terkait Peringatan Hari Natal tahun 2021, Agustinus mengatakan Untar mengambil tema yang sama dengan tema nasional yaitu  “Cinta Kasih Menggerakan Persaudaraan”.  Menurut Agustinus, dengan cinta kasih semua bisa bertoleransi dan saling memahami  serta menerima semua umat beragama. 

“Ini penting karena kita adalah keluarga Indonesia dan dunia sebagai umat manusia mendukung satu sama lain sehingga kita memiliki rasa kedamaain dan ketentraman, saling menghargai untuk hidup yang lebih baik,” ungkapnya. 

Agustinus mengharapkan akan terbentuk saling bersinergi sesama anak bangsa untuk kesejahteraan bangsa Indonesia. 

“Saling menghormati, menghargai dan bertoleransi dan membangun persaudaraan untuk saling bersinergi  untuk kesejahteraan bangsa Indonesia. Adil makmur dan sejahtera bersama bukan untuk kelompok tertentu tapi untuk seluruh masyarakat,” tandasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT