16 December 2021, 19:42 WIB

Wartawan Media Indonesia Raih Anugerah Jurnalis Media Cetak Terbaik BRIN


Faustinus Nua | Humaniora

MEDIA Indonesia lewat wartawan Faustinus Nua mendapat penghargaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam ajang Anugerah Jurnalis dan Media BRIN 2021, Faustinus menjadi Jurnalis Media Cetak Terbaik ke-3 lewat tulisan yang berjudul 'Yang Instan Bukan Jawaban'.

Dalam tulisan Fokus yang menggali pengalaman dari salah satu periset diaspora di Jepang, ditekankan penting membangun ekosistem riset yang berkelanjutan. Untuk itu diperlukan fokus riset yang dikembangkan secara pertahap mulai dari meyiapkan SDM, infrastruktur hingga memanfaatkan potensi unggulan Indonesia.

Lantas, riset instan tidak pernah menjadi jawaban untuk membentuk ekosistem riset yang benar-benar bermanfaat bagi pembangunan nasional. Lembaga pendanaan riset yang sering meminta output bombastis dalam waktu singkat tidak menjadikan Indonesia tidak memiliki fokus riset jangka panjang.

Baca jugaKemenag, BKKBN, dan BRIN Perkuat Kerja Sama Cegah Stunting

Seperti halnya Jepang, Korea, AS dan negara maju lainnya, riset yang unggul dibangun dalam waktu yang cukup lama. Memiliki fokus yang jelas dan berbasis pada potensi lokal sehingga menjadikannya berbeda dengan yang lain. Sementara, Indonesia saat ini masih berusaha mengejar ketertinggalan teknologi dan sering mengabaikan potensi lokal seperti biodiversitas yang begitu kaya dan belum tersentuh dunia riset.

Tulisan yang pernah dimuat di halaman Fokus Media Indonesia pada 27 Mei 2021 itu berhasil menempati urutan ketiga setelah menyisihkan ratusan tulisan lain. Di tempat pertama dan kedua diisi oleh jurnalis Kompas dan Jawa Pos.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan kolaborasi jurnalis dan media selama ini. Jurnalis dan media menjadi bagian penting bagi BRIN dalam mendukung berbagai program dan kebijakannya.

Sebagai lembaga baru dan diproyeksikan bisa menjadi tulang punggung pembangunan nasional ke depan, BRIN membutuhkan dukungan. Sektor riset harus kembali pada muruahnya dalam mengangkat nama negara di mata dunia.

“Jurnalis dan media merupakan mitra BRIN dalam menyampaikan informasi terkait riset dan inovasi kepada masyarakat secara luas,” ujarnya saat menyerahkan penghargaan pada Rabu (15/12).

Penghargaan ini merupakan kali pertama diberikan BRIN kepada jurnalis dan media massa sejak terbentuknya lembaga ini yang ditandai dengan dikeluarkannya Perpres Nomor 78 Tahun 2021 pada tanggal 24 Agustus 2021. Dari laporan penyelenggara, lebih dari 300-an tulisan baik cetak maupun online yang diterima panitia selama periode April hingga November 2021. Serangkaian penilaian oleh tim juri dilakukan untuk menentukan para pemenengnya. (H-3)

BERITA TERKAIT