15 December 2021, 11:22 WIB

Penerbit Akad Monetisasi Tokoh dari Novel Terlarisnya


Mediaindonesia.com | Humaniora

AKAD, penerbit yang baru saja hadir pada Januari 2021, berhasil unjuk gigi dengan deretan novel larisnya. Novel tersebut antara lain berjudul Areksa yang dirilis pada 10 Mei 2021 dan Samuel 2 September 2021. Kedua novel yang menyasar segmen gen Z dan milenial itu merupakan tetralogi.

Dua novel tetralogi lain, Eccedentesiasi dan Marveluna, masing-masing akan dirilis pada akhir Februari dan akhir Juni 2022. Keempat novel tetralogi itu ditulis oleh Ita Kurniawati, milenial yang lahir 10 Desember 2003. Saat ini, penulis bernama pena MartabakKolor atau ItaKrn ini tengah duduk di bangku SMA.

Novel Areksa bercerita tentang sosok cowok tampan, bijaksana, keras, sekaligus menakutkan bernama Areksa. Selain Ketua OSIS di SMA Taruna Bakti, ia juga wakil ketua dari Diamond Gang, geng motor. Di novel ini diceritakan juga romansa terjadi antara Areksa dan Alona hingga perpecahan persahabatan.

Novel Samuel berkisah tentang tokoh Samuel Erlangga yang tegas, keras, layaknya singa ketika menghadapi rivalnya. Sayangnya, hal itu berbanding terbalik dengan sifat aslinya yang manja di rumah jika harus bertemu dengan susu dan botol Spiderman buatan ibunya. Namun, siapa sangka di balik ketegaran Samuel, ia memiliki trauma masa lalu yang selalu menghantui sejak dua tahun terakhir. Wanita yang dicintainya meninggal atas kesalahan dirinya.

Sejak itulah, ia tidak ingin lagi memiliki hubungan percintaan yang serius dengan seorang wanita. Sampai akhirnya, ibu dan ayahnya mengabarkan bahwa dirinya sudah dijodohkan sejak masih kecil dengan anak sahabat ayahnya yang ternyata wanita manja dan menyebalkan. Satu hal yang membuat Samuel harus menerima perjodohan saat ia lulus kuliah nanti yakni wanita itu menjadi target pembunuhan dari para saingan ayahnya. Oleh karena itu, Samuel merasa tertantang untuk melindungi wanita tersebut yang tak lain ialah Azura atau Rapunzel.

Dua novel itu tercatat laris manis. "Saat pertama kali diluncurkan, tepatnya pada pre-order, novel Areksa berhasil terjual 6.000 eksemplar. Sampai saat ini, novel tersebut terjual lebih dari 15.000 eksemplar. Penjualan novel Samuel saat pre-order mencapai 20.000 eksemplar. Sampai saat ini, novel Samuel sudah terjual lebih dari 27.000 eksemplar," ujar Direktur Utama Penerbit Akad Andri Agus Fabianto dalam keterangan resmi, Rabu (15/12).

Tak puas dengan penjualan novel yang laris manis, Penerbit Akad memutuskan untuk memonetisasi tokoh lain yang ada di novel Areksa dan Samuel yakni Canva. Diungkapkan Andri, awalnya Canva diplot bukan menjadi karakter utama sejak novel Areksa. Setelah novel Samuel diluncurkan, ternyata peran Canva mulai mencuri perhatian pembaca. Bahkan, popularitasnya berhasil menyamai karakter utamanya. Sosoknya yang penyayang, dewasa, dan perhatian dengan sahabat-sahabatnya menjadi kekuatan utama dari karakter Canva.

Peluang itu pun tidak disia-siakan penerbit Akad. Oleh karena itu, tokoh Canva pun dimonetisasi dengan dibuatkan produk khusus, yaitu Diary of Canva. Keputusan penerbit Akad memonetisasi tokoh Canva terbukti tak percuma. Hanya dalam kurun waktu dua jam masa pre-order, Diary of Canva berhasil terjual 10 ribu eksemplar.  

Tokoh Canva ini juga memiliki akun instagram @canva.tamvan. Sebagai akun roleplayer fiksi, Canva tercatat sebagai tokoh yang memiliki pengikut paling banyak di Indonesia, yakni 250 ribu hanya dalam kurun waktu dua bulan. Bahkan, tagar #CanvaTamvan mampu mencapai 101 juta di platform TikTok. Selain itu, Canva juga pernah menjadi trending topic nomor empat di Twitter dan peringkat pertama di Spotify.

"Selain Canva, kami juga sudah memonetisasi novel ini dengan menghadirkan Photobook Samuel & Diamond Gang yang berhasil terjual 10.000 eksemplar. Bahkan, novel Areksa dan Samuel telah dipinang oleh MD Entertainment untuk diadaptasi menjadi konten digital series di OTT (Over the Top)," tutup Andri. (OL-14)

BERITA TERKAIT