14 December 2021, 21:53 WIB

Menag: Pendidikan Berbasis Siber Hadirkan Keterjangkauan


Mediaindonesia.com | Humaniora

DIREKTORAT Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama meluncurkan Program Pendidikan Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI), yang menandai transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI).

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa (14/12), mengatakan peluncuran PJJ PAI di IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai penanda transformasi menjadi UISSI.

Hal ini sekaligus upaya pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang terkendala mendapat akses pendidikan, khususnya para guru madrasah karena keterbatasan akses jarak dan biaya.

Baca juga: Presiden akan Tinjau Lumbung Pangan di Jawa Tengah

"Saya masih melihat saudara-saudara kita, guru-guru madrasah masih sulit mengejar kesejahteraanya. Masih belum bisa mengejar sertifikasi mengejar kesejahteraanya. Mengapa kesulitan? Saya kira ada dua hal utama menjadi penyebabnya. Pertama, ketiadaan biaya untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi dan kedua, biasanya madrasah berada jauh dari perguruan tinggi sehingga sulit harus meninggalkan madrasahnya," kata Menag.

"Jadi dengan pendidikan berbasis siber ini kita menghadirkan keterjangkauan, maka akan keterlaluan kalau UISSI nantinya memberikan biaya tinggi. Namun demikian Pak Dirjen (Dirjen Pendis Kemenag) sudah inisiatif yang kuliah di UISSI ini gratis."

Menag menerangkan bahwa transformasi pendidikan berbasis teknologi informasi atau digitalisasi merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama dimasa kepemimpinannya.

Ia mengharapkan UISSI Cirebon kelak dapat menjadi rujukan dan terdepan dalam penyelengaraan pendidikan tinggi islam berbasis digital, tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia. Kemenag akan terus mendorong percepatan dalam menambah fakultas sehingga benar-benar layak menjadi universitas.

"Saya berharap UISSI benar-benar menjadi universitas prinsipil dalam menjalankan aktivitas sibernya. Coba dirancang fakultas, jurusan, program studi dan kegiatan UISSI yang kompatibel dengan perkembangan zaman kedepan," kata dia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengatakan bahwa hasil pemetaan Pendis Kemenag saat ini masih ada sekitar 40 ribuan guru madrasah yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan strata satu (S-1). Hal tersebut yang kemudian menjadi perhatian Menteri Yaqut meminta jajarannya memenuhi kualifikasi dan kompetensi guru melalui pemenuhan kualifikasi pendidikan S-1.

"Tujuan utamanya memenuhi janji konstitusi kita mencerdaskan anak bangsa melalui proses pendidikan yang berkualitas yang cirinya adalah kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan pendidik," terang Ramdhani.

IAIN Syekh Nurjati ditetapkan sebagai pendidikan tinggi keagamaan islam (PTKI) berbasis siber pertama di Indonesia berdasarkan Surat Keputusan SK Dirjen Pendis Nomor 1175 Tahun 2021 sebagai pilot project PTKI berbasis siber atau Islamic Siber University.

Ia menambahkan bahwa UISSI akan menjadi penyelenggara PJJ dan yang pertama adalah program studi PAI. Pihaknya ingin menyapa guru PAI pada fase awal menggunakan teknologi virtual untuk efisiensi pembiayaan dan efektifitas proses pembelajaran.

Sebelumnya, Rektor IAIN Cirebon Sumanta Hasyim mengatakan PJJ PAI ini merupakan embrio lahirnya UISSI, di mana di era serba digital seperti sekarang ini metode pendidikan yang memanfaatkan media internet bukan lagi menjadi teknologi eksperimental.

“Saat ini perkembangan teknologi komunikasi dan informasi tersebut juga ikut melahirkan knowledge society. Pandemi covid-19 juga turut mendorong pemanfaatan teknologi informasi berupa internet, khususnya di pendidikan tinggi untuk terus dimaksimalkan,” tandasnya. (RO/J-2)

BERITA TERKAIT