13 December 2021, 18:00 WIB

Prosa: Penjelasan, Jenis, Ciri-Ciri, dan Contoh


Abdullah Aziz Rajudin | Humaniora

DALAM mata pelajaran bahasa Indonesia, tidak asing lagi dengan kata prosa. Namun, kita belum paham mengenai prosa. Sebelum membahas lebih dalam, mari kita mengenal prosa dengan pengertian, jenis-jenis, ciri-ciri, dan lainnya.

Prosa adalah tulisan atau karya sastra berbentuk cerita yang disampaikan menggunakan narasi. Bentuk tulisan prosa berupa tulisan bebas dan tidak terikat dengan berbagai aturan dalam menulis, seperti rima, diksi, irama, dan lain sebagainya.

Jenis-jenis prosa

Prosa secara umum dibagi menjadi lima yaitu eksposisi, deskripsi, argumentasi, persuasi, dan narasi. Berikut ini deskripsi mengenai jenis-jenis prosa.

1. Prosa Eksposisi
Apa itu prosa eksposisi? Prosa jenis eksposisi memaparkan suatu ide sehingga pembaca bisa mendapatkan pengetahuan, tetapi tidak bertujuan agar pembaca mengikuti atau menyetujui paparan tersebut. Biasanya pemaparan disertai dengan bukti-bukti yang diwujudkan dalam bentuk diagram atau tabel.

2. Prosa Deskripsi
Prosa deskripsi tergolong jenis yang menggambarkan suatu objek sehingga pembaca seolah-olah melihat sendiri objek tersebut.

3. Prosa Argumentasi
Prosa jenis argumentasi merupakan karangan yang berisi ide atau gagasan dari penulis dan disajikan lengkap dengan berbagai data pendukung yang bertujuan untuk memengaruhi pembaca sehingga pembaca dapat menyatakan persetujuannya terhadap isi prosa tersebut.

4. Prosa Persuasi

Prosa persuasi merupakan karangan yang disampaikan dengan cara-cara tertentu. Tujuan dari prosa persuasi biasanya mengajak pembaca sehingga pembaca bersedia melakukan hal-hal yang dianjurkan oleh penulis. Selanjutnya, karangan atau karya prosa persuasi digunakan untuk memengaruhi pembaca atau pendengar untuk berbuat sesuatu.

5. Prosa Narasi

Selanjutnya, prosa narasi bersifat fiksi. Secara sederhana, prosa narasi kemudian dikenal sebagai cerita. Di dalam narasi terdapat peristiwa dan kejadian di dalam satu urutan kurun waktu. Kejadian yang diceritakan di dalam narasi tersebut juga terdapat tokoh yang memiliki konflik.

Kejadian, tokoh, dan konflik menjadi ciri utama pembangun prosa narasi. Selanjutnya, narasi yang bersifat nonfiksi disebut narasi ekspositoris dan narasi yang bersifat fiksi disebut narasi sugestif.

Ciri-ciri prosa

Secara umum, prosa punya ciri-ciri sebagai berikut:

• Memiliki alur cerita

Prosa punya alur cerita yang menjelaskan tentang peristiwa di dalamnya.

• Memiliki tema

Prosa punya tema yang menjadi dasar dalam cerita dan merupakan pokok bahasan di dalamnya.

• Ada tokoh dan penokohan

Seperti karya sastra lain, di dalam prosa juga terdapat tokoh, baik manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan.

• Memiliki sudut pandang

Prosa punya sudut pandang, yaitu cara seorang pengarang menceritakan keberadaan tokoh dalam peristiwa.

• Memiliki latar dalam penceritaan

Di dalam prosa tersebut juga terdapat latar pada masing-masing kejadian, baik tempat, waktu, maupun suasana.

• Terdapat perkembangan

Prosa juga dapat mengalami suatu perkembangan karena dipengaruhi oleh perubahan yang ada di masyarakat.

• Memiliki amanat

Sama seperti puisi, prosa punya amanat atau pesan yang bisa diambil dari cerita tersebut.

Prosa lama

Prosa lama merupakan karya sastra Indonesia yang belum mendapat pengaruh dari sastra atau kebudayaan barat. Karya sastra prosa lama yang mula-mula timbul disampaikan secara lisan, disebabkan belum dikenal bentuk tulisan. 

Setelah agama dan kebudayaan Islam masuk ke Indonesia, masyarakat jadi akrab dengan tulisan. Bentuk tulisan pun mulai banyak dikenal. Sejak itulah sastra tulisan mulai dikenal dan sejak itu juga tokoh sastra pertama dalam sastra Indonesia mulai muncul.

Bentuk-bentuk sastra prosa lama yaitu:

a. Hikayat

Hikayat ialah cerita, baik sejarah maupun cerita fiktif yang bertujuan menghibur dan membangkitkan semangat. Contoh, Hikayat Seribu Satu Malam dan Hikayat Hang Tuah.

b. Kisah

Kisah ialah karya sastra lama berisi cerita mengenai perjalanan atau pelayaran seseorang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Contoh, Kisah Perjalanan Abdullah Menuju Negeri Kelantan, Kisah Abullah Menuju Jeddah, dan lainnya.

c. Sejarah/Tambo

Sejarah atau tambo ialah kisah yang berkaitan dengan peristiwa dan tokoh sejarah. Contoh, Sejarah Melayu.

d. Dongeng

Dongeng ialah cerita dari hasil imajinasi pengarang yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh, Pinokio dan Putri Salju. Dongeng terbagi lagi menjadi fabel atau cerita rekaan tentang hewan sebagai tokoh cerita, legenda atau dongeng mengenai kejadian alam atau asal–usul suatu tempat, mite/mitos atau cerita yang berlatar belakang sejarah atau hal yang dipercayai orang banyak, cerita penggeli hati/dongeng jenaka yang mengandung unsur komedi dan kemustahilan, parabel/cerita perumpamaan atau dongeng yang mengandung perumpaman, dan sage atau kisah yang menceritakan keberanian serta kehebatan tokoh dalam sejarah.

Prosa baru

Prosa baru merupakan karangan prosa yang timbul setelah mendapat pengaruh sastra atau budaya Barat.
Bentuk-bentuk prosa baru adalah sebagai berikut:

a. Roman

Roman merupakan bentuk prosa baru yang mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan segala suka dukanya. 
Berdasarkan kandungan isinya, roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain transendensi, sosial,
sejarah, psikologis, dan detektif.

b. Novel

Novel ialah bentuk prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang mengandung konflik. Contoh, Ave Maria oleh Idrus, Keluarga Gerilya oleh Pramoedya Ananta Toer, Perburuan oleh Pramoedya Ananta Toer, Ziarah oleh Iwan Simatupang, Surabaya oleh Idrus.

c. Cerpen

Cerpen ialah bentuk prosa baru yang menceritakan sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Contoh, Radio Masyarakat oleh Rosihan Anwar, Bola Lampu oleh Asrul Sani, Teman Duduk oleh Moh. Kosim, dan Wajah yang Bembah oleh Trisno Sumarjo.

d. Riwayat

Riwayat (biografi) ialah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil sampai dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Contoh, Soeharto Anak Desa, Prof. Dr. B.J Habibie, Ki Hajar Dewantara.

Baca juga: Ini Lima Tren Warna Rambut Penghujung 2021 Bikin Pusat Perhatian

e. Kritik
Kritik ialah karya yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil karya dengan memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu yang bersifat objektif dan menghakimi.

f. Resensi

Resensi ialah ulasan suatu karya, bisa berupa buku, film, drama, atau lainnya.

g. Esai

Esai merupakan ulasan suatu masalah secara sepintas dan berdasarkan pandangan pribadi penulisnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT