13 December 2021, 16:27 WIB

Pemerataan Internet Munculkan Pahlawan Digital di Wilayah 3T


mediaindonesia.com |

DIGITALISASI yang semakin masif sejak pandemi covid-19 turut dirasakan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Tidak sedikit para pahlawan digital bermunculan di wilayah 3T berkat kehadiran internet.

Orang-orang kreatif ini hadir dengan karya-karya digital mereka yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Beberapa dari mereka berkesempatan membagikan cerita di acara Kick Andy episode Menembus Batas Ruang dan Waktu yang tayang di Metro TV, tadi malam.

Pertama ialah Saipul Usman, pemuda asal Banggai, Sulawesi Tengah, yang membuat aplikasi ojek daring bernama Draiv, pada awal 2020. Dia melihat ada kebutuhan ojek daring di tanah kelahirannya, yang tidak hanya untuk transportasi orang, tetapi juga mengakomodasi berbagai kebutuhan lain seperti antar makanan, barang, dan lainnya.

“Saya berpikir bagaimana caranya mencari poin apa yang menjadi kebutuhan masyarakat waktu itu. Yang kepikiran ojek online karena waktu saya develop (aplikasinya) memang belum ada (platform serupa) di Kabupaten Banggai,” ungkap Saipul.

Dengan jaringan internet yang sudah cukup lancar di Kabupaten Banggai, Draiv pun cepat berkembang. Kini, Draiv sudah digunakan di empat kabupaten/kota dan memiliki mitra sebanyak 1.200 pengemudi motor, 200 pengemudi mobil, dan 3.000 mitra kuliner. Pengguna Draiv diperkirakan mencapai 80.000 orang.

Saipul mengemukakan jika Draiv juga menyesuaikan dengan masyarakat sekitar. Sebab itu, mereka menggandeng armada becak motor (bentor) khusus di Gorontalo dan membuat layanan Draiv Barber untuk memenuhi kebutuhan jasa tukang potong rambut panggilan.

Berbagai perkembangan itu diakui Saipul di luar ekspektasinya. Ia pun bersyukur semakin banyak tenaga kerja yang terserap. Saipul merasa keberhasilan Draiv juga tidak luput dari peran pemerintah dalam menyediakan infrastruktur internet.

Selanjutnya ada Simon Tabuni. Ia telah dikenal se­bagai sosioentrepreneur muda yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat Manokwari dan daerah sekitarnya di Papua Barat.

Di masa awal pandemi covid-19, Simon mengembangkan Anggimart untuk membantu petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Nama Anggi dipilih sebagai representasi daerah pegunungan di wilayah yang kerap disebut sebagai kepala burung, yang selama ini dikenal dengan hasil pertaniannya yang selalu segar dan organik.

Hasil pertanian itu pula yang dipasarkan lewat Anggimart. “Di Anggimart kami mulai membantu memasarkan produk mama-mama yang ada di sana. Contohnya di Manokwari itu ada nanas dan lain-lain. Kami juga mendorong anak-anak muda yang ada di Manokwari agar berkolaborasi dengan mama-mama,” tutur Simon.

Anggimart yang terletak di Jalan Gunung Salju Amban, Gang Manunggal Kecil, Kabupaten Manokwari, kini sudah memiliki empat pekerja tetap dan tiga orang untuk jasa angkut produk. Mereka memasarkan produk kiriman dari 30 petani dan nelayan. Beberapa produk itu biasanya dipasarkan secara luring ataupun daring lewat WhatsApp, Facebook, dan Instagram.

“Infrastruktur internet di sini, Manokwari sudah mantap sekali. Tapi yang menjadi kendala ketika kita mau ngirim atau dikirim sayuran dari daerah yang sangat pelosok atau terpencil. Jika stok habis, kita harus menunggu karena tidak bisa komunikasi. Ya saya pikir ke depan harus sampai ke daerah terpencil, itu tantangan berikutnya,” harapnya.

Menurut Tenaga Ahli Menteri (TAM) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Devie Rahmawati, semakin banyak anggota masyarakat, termasuk di wilayah 3T, yang terjun ke dunia digital disebabkan telah tersedianya perlengkapan yang andal, yakni jaringan internet.

“BAKTI sebagai badan layanan umum di bawah Kemenkominfo, memang memiliki tugas utama untuk memastikan infrastruktur digital dan teknologi komunikasi itu berjalan lancar lewat tol langit,” tutur Devie dalam kesempatan yang sama.

Ia juga menjelaskan terdapat empat faktor yang membuat pembangunan manusia lewat teknologi digital bisa berhasil, yang terdiri dari 4M. Antara lain (1) mempermudah aktivitas masyarakat; (2) menciptakan lapangan pekerjaan; (3) menciptakan kesehatan masyarakat; dan (4) mencerdaskan masyarakat.

BAKTI Kominfo terus membangun infrastruktur digital. Selain itu, Kominfo juga memiliki program Makin Cakap Digital yang dicanangkan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Lewat program ini, kata Devie, pemerintah ingin memastikan masyarakat Indonesia paripurna secara digital. Paripurna yang dimaksud ialah masyarakat tidak hanya cakap dalam menggunakan perangkat digital, tetapi juga memiliki etika, berbudaya, dan paham dengan keamanan digital.

“Mudah-mudahan dengan kelengkapan sinyalnya, lalu manusianya juga dibangun lewat empat faktor tadi, insya Allah internet itu akan membawa Indonesia ke kege­milangannya secara ekonomi digital karena terus terang potensi ekonomi digital kita ini sangat luar biasa, terutama UMKM,” pungkas Devie. (Ifa/S2-25)

BERITA TERKAIT