08 December 2021, 16:46 WIB

BMKG: Waspada Banjir Rob di Pesisir Jakarta di 18-22 Desember


Hilda Julaika |

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir Jakarta pada 18-22 Desember 2021. Hal ini diakibatkan oleh adanya cuaca ekstrem, pengaruh la nina, monsun Asia yang mengakibatkan curah hujan semakin meningkat. 

“Hal ini diperparah dengan adanya pola sirkulasi siklonik dan seruakan dingin yg aktfi di laut cina selatan yg memberikan dampak signifikan pada peningkatan tinggi gelombang dapat emncapai 4-6 meter di perairan Natuna,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam diskusi secara virtual, Rabu (8/12). 

Baca juga: Usai Dampingi Presiden, Mensos Saksikan Pencairan Bansos PKH dan BPNT 

Lebih lanjut dijelaskan, terdapat kondisi kecepatan angin yang signifikan mencapai 25-30 knot. Adapun kecepatan angin yang signifikan ini terpantau di Samudera Pasifik Timur Filipina yang memberikan dampak peningkatan tinggi gelombang mencapai 4-6 m. Terutama di wilayah utara Indonesia bagian timur, sepert di bagian utara Papua dan Papua Barat.

Menurutnya, kondisi cuaca gelombang dan angin juga bersamaan fase bulan baru dan kondisi dari posisi bulan berada di jarak terdekat dengan planet bumi. Sehingga gravitasi bulan terhadap permukaan air di samudera, laut menjadi semakin meningkat. 

“Dan berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang dapat berpotensi besar mengakibatkan banjir pesisir atau rob. Berpotensi akan terjadi lagi pada 18-22 desember 2021. Akibat adanya fenomen fase bulan purnama,” katanya. 

“Kota besar yang ada di pesisir misal Jakarta, Semarang, Surabaya, dan kota besar lainnya yang menghadap Samudera Hindia dan Pasifik di laut Jawa menghadapi adanya pengaruh rob atau gelombang tinggi. Gelombang 4-6 m di wilayah yang berhadapan langsung dengan samudera pasifik dan hindia,” tutupnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT