07 December 2021, 07:41 WIB

Menlu Retno Pimpin Pertemuan COVAX AMC-EG Bahas Antisipasi Omicron


Nur Aivanni |

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi memimpin pertemuan virtual COVAX Advance Market Commitment Engagement Group (AMC EG) ke-7 bersama Menkes Ethiopia Lia Tadesse, dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada Harjit Sajjan, Senin (6/12).

Dalam sambutannya, Retno menekankan kembali pentingnya percepatan vaksinasi global untuk dapat memenuhi target WHO. 

"Kita hanya memiliki kurang dari empat minggu hingga akhir tahun, dan saat ini kita menghadapi varian baru, Omicron." kata Retno dalam pernyataan resmi yang diterima, Selasa (7/12).

Baca juga: Indonesia Kembali Terima 1,9 Juta Vaksin AstraZeneca

Hal itu, kata Retno, mengingatkan tentang bahayanya menunda kesetaraan vaksin, dan pentingnya peningkatan upaya untuk segera mewujudkan kesetaraan vaksin bagi semua.

Dalam pertemuan terakhir COVAX AMC EG pada 2021 tersebut, Retno memimpin 2 sesi pertemuan yang membahas perkembangan varian omicron, dan capaian serta tantangan yang dihadapi COVAX dalam satu tahun terakhir.

Terkait perkembangan omicron, perwakilan dari WHO menyampaikan varian baru tersebut dilaporkan telah terdeteksi di 45 negara. 

Meski sebagian besar kasus berasal dari mereka yang kembali dari perjalanan, terdapat beberapa negara juga yang mengalami transmisi lokal dan mulai terbentuknya klaster lokal.

Hingga saat ini, WHO belum menerima laporan tentang adanya kasus kematian akibat varian omicron. 

Dari data yang ada, saat ini, masih belum bisa disimpulkan apakah varian omicron lebih menular atau membawa dampak lebih parah dari varian delta.

Sambil menunggu penelitian lebih lanjut terhadap varian baru tersebut, negara-negara diimbau untuk terus melakukan langkah antisipasi melalui protokol kesehatan ketat, peningkatan testing and tracing, dan percepatan vaksinasi.

Terkait capaian dan tantangan yang dihadapi COVAX, Sekretariat COVAX telah menyampaikan berbagai perkembangan terkait penggalangan dana, distribusi vaksin, dan peningkatan kapasitas penyerapan vaksin di berbagai negara.

COVAX, saat ini, telah menghimpun dana sebesar US$10,9 miliar, melebihi target semula, yaitu US$9,3 miliar. 

Adapun mengenai distribusi vaksin, dari total target 950 juta dosis untuk 2021, COVAX telah mendistribusikan 611 juta dosis vaksin covid-19 ke 144 negara. Kondisi ini diperkirakan akan membaik pada 2022, dengan lebih tersedianya suplai vaksin.

Hingga 6 Desember 2021, Indonesia telah menerima 45.224.550 dosis vaksin dari COVAX Facility. 

COVAX AMC EG adalah forum komunikasi antara COVAX dan 92 negara AMC untuk membahas upaya memastikan kesetaraan akses terhadap vaksin COVID-19. 

Melalui skema ini, negara AMC dapat memperoleh vaksin sebanyak hingga 20% populasinya. (OL-1)

BERITA TERKAIT