06 December 2021, 12:42 WIB

Korea Foundation akan Gelar Seri Kuliah Post Human & Art


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

KOREA Foundation bersama dengan ARCOLABS akan menggelar seri kuliah bertajuk Post Human & Art. Kuliah itu dirancang untuk memotivasi ide dan wacana baru tentang seni rupa di era pasca-manusia dengan mengundang para ahli, seperti seniman, kurator, dan cendekiawan, yang telah membangun perspektif dan praktik artistik yang mendalam dan luas di bidangnya sendiri.

Seri perkuliahan itu didasari karya beberapa Seniman yang memperhatikan cara manusia membangun hubungan mereka dengan non-manusia untuk menantang gagasan tradisional tentang kemanusiaan dan mengatasi masalah dunia yang didominasi manusia. Hal ini tidak hanya terbatas pada masalah antara manusia dan alam, tetapi juga menyangkut hubungan antara manusia dengan organisme tak hidup seperti benda, mesin, dan teknologi.

Seri perdana dari rangkaian perkuliahan itu akan berlangsung pada 9 Desember mendatang yang dibawakan oleh Unhappy Circuit, seorang seniman media baru Korea yang karyanya didasarkan pada konvergensi berbagai disiplin ilmu, seperti seni, astronomi, biologi, ilmu data, dan linguistik. Keingintahuan utamanya adalah pada makhluk cerdas non-manusia. 

Unhappy Circuit menjelaskan, Dengan menjelajahi dan memahami mereka, ia ingin memperluas ruang lingkup kemanusiaan dan pada akhirnya mempersiapkan masa depan peradaban manusia berdasarkan simbiosis antara manusia dan non-manusia. 

Baca juga : Tradisi Sansankudo di Pernikahan Niciren Shoshu

"Pada kuliah ini saya akan membawakan cara pandang melalui serangkaian karya yang pernah dibuatnya. Ia juga berharap dapat mendorong seniman muda dan mahasiswa seni Indonesia untuk termotivasi untuk berkreasi sendiri," kata Unhappy Circuit di Jakarta, Senin (6/12) 

Kuliah daring ini gratis dan ditujukan khususnya bagi mahasiswa dan pelaku seni rupa, desain, sains dan masyarakat umum yang tertarik pada bidang-bidang ini. Namun para peserta harus registrasi di bit.ly/1lectureseries untuk langkah pendaftaran. 

Kegiatan itu diselenggarakan dalam bahasa Korea dan Indonesia dengan penerjemah. Peserta akan mendapatkan sertifikat elektronik. Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap dapat mengkaji arus global praktik seni media baru yang mengejar kecenderungan baru men?uju estetika pasca-manusia. 

Nantinya seri kuliah ini dimoderatori oleh Bob Edrian seorang kurator dan penulis yang penelitiannya fokus pada perkembangan bunyi dalam seni rupa dan seni media. Saat ini, ia adalah kurator di NuArt Sculpture Park dan direktur Audial Plane, sebuah divisi untuk seni suara dan musik eksperimental di Orange Cliff Records. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT