05 December 2021, 22:37 WIB

Zakat Harus Bisa Berperan Dalam Pemberdayaan Umat


Widhoroso | Humaniora

ZAKAT semestinya berperan tidak hanya dalam memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Zakat juga harus meluas kepada pemberdayaan umat sesuai dengan prinsip ajaran Islam yang menekankan tentang pentingnya membangun kemaslahatan, menghilangkan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Wakil Presiden K.H. Ma`ruf Amin saat membuka Konferensi World Zakat Forum (WZF) 2021 yang digelar secara daring, dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Sabtu (4/12).  

"Selain melalui zakat, pemerintah juga berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendorong wakaf produktif, salah satunya melalui gerakan wakaf uang, yang pencanangannya telah dilakukan oleh Presiden RI dan juga untuk memudahkan masyarakat berwakaf, pemerintah menerbitkan Cash Waqf Link Sukuk (CWLS)," urainya

Menurutnya, sinergi peran zakat dan wakaf dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 perlu diupayakan bersama. "Kita memahami bahwa aspek literasi juga harus ditingkatkan agar kebermanfaatan zakat dan wakaf lebih optimal. Peningkatan literasi perlu ditingkatkan dengan pengelolaan dana syariah yang terdigitalisasi dan terintegrasi," ujar Ma'ruf.

Dihadapan lebih dari seribu peserta konferensi dari 37 negara yang hadir secara virtual, Ma'ruf Amin juga menyampaikan apresiasi kepada WZF yang terus aktif berkontribusi dalam kerja bersama dan berjamaah untuk membantu penanggulangan pasca pandemi covid-19.  "Pemerintah secara intensif mengembangkan Islamic Social Fund berupa zakat, infaq, sedekah dan wakaf. Dalam konteks pemulihan ekonomi nasional pascapandemi, zakat telah berperan penting dalam menjaga stabilitas negara," katanya.

Ma'ruf menjelaskan, potensi zakat di dunia diperkirakan mencapai US$500 miliar-US$600 miliar dan di Indonesia mencapai Rp327,6 triliun. Potensi ini harus dapat terealisasi dengan baik untuk mencapai tujuan tersebut, sehingga dibutuhkan tata kelola zakat yang baik mulai dari pengumpulan hingga penyalurannya. "Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan lembaga zakat nasional untuk menyalurkan zakat kepada para mustahik baru khususnya penanggung beban ekonomi, selain bantuan kesehatan dalam rangka penanganan covid-19," ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal (Sekjen) World Zakat Forum, Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec yang juga menjadi salah satu pimpinan BAZNAS RI mengatakan peran zakat dan wakaf pada masa pandemi Covid-19 telah menjadi sebuah upaya yang dapat diandalkan. "Peran Zakat dan wakaf juga tidak hanya dibutuhkan dalam untuk kebutuhan darurat, tetapi juga dapat dikembangkan untuk pemulihan ekonomi nasional," ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan mengangkat tema utama "Strengthening Zakat and Waqf Synergy in the Post Covid-19 Economic Recovery", konferensi ini juga akan membahas empat tema lainnya, pertama terkait integrasi zakat dan wakaf dalam penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial, kedua terkait inovasi zakat dan fakaf untuk pemulihan ekonomi.

"Adapun ketiga, tolok ukur global untuk operasi zakat dan wakaf dan keempat, arah masa depan Forum Zakat dan Wakaf Dunia: memperkuat kerjasama global antar-negara anggota," urainya.

WZF International Conference 2021, merupakan ajang pertemuan para pegiat zakat dunia untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pengelolaan zakat global guna mencapai tujuan menyejahterakan masyarakat dunia. Konferensi WZF ke-10 juga disambut baik oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA. Ia berharap, WZF 2021 ini dapat melahirkan butir-butir rekomendasi yang dapat diimplementasikan dalam kerangka kerja sama pegiat zakat antarbangsa. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT