04 December 2021, 22:45 WIB

Deteksi Dini Bisa Selamatkan Pasien Kanker Hati 


M. Iqbal Al MAchmudi | Humaniora

BERDASARKAN data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) pada 2020, kanker hati merupakan salah satu dari 4 penyebab kematian akibat kanker terbesar di Indonesia, dengan jumlah kasus mencapai 21.392 orang meninggal. Sehingga peran deteksi dini sangat penting untuk dilakukan. 

Karsinoma sel hati (hepatoseluler karsinoma) adalah salah satu jenis kanker hati yang paling umum dengan prognosis/kemungkinan terjadinya penyakit yang sangat tinggi. 

Di dunia, terdapat sekitar 750 ribu orang per tahun yang didiagnosis memiliki karsinoma sel hati dan seringnya terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium lanjut. Di Indonesia sendiri, kejadian kanker hati sekitar 13,4 per 100 ribu penduduk. 

Director, Country Manager Diagnostics, PT Roche Indonesia, Ahmed Hassan mengatakan, titik awal penanganan tantangan kesehatan di dunia dan di Indonesia harus dimulai dari pencegahan dan deteksi dini. Jika dapat membuat orang lebih sehat lebih lama dan mencegah berkembangnya penyakit serius. 

"Maka kita dapat secara bersamaan menyelamatkan semakin banyak nyawa dan secara signifikan mengangkat beban sistem perawatan kesehatan yang ada saat ini," kata Ahmed dalam webinar Peran Pemeriksaan Rutin Untuk Deteksi Dini Kanker Hati dari Siloam Hospitals, Sabtu (4/12). 

Roche menghadirkan alat-alat berbasis teknologi tinggi untuk melakukan skrining rutin, diagnostik dan monitoring sehingga dapat membantu tenaga kesehatan profesional memfasilitasi masyarakat dalam melakukan deteksi dini untuk membatasi dampak kondisi kesehatan yang dapat memburuk. 

Baca juga : Penularan Varian Omicron Lebih Cepat, Tindakan Pencegahan Ketat Perlu Dilakukan 

"Kami juga percaya bahwa kemajuan terobosan dalam ilmu kesehatan dan kedokteran hanya akan bermakna ketika dapat menjangkau orang-orang yang membutuhkan," ujarnya. 

Untuk itu, kemitraan sangat diperlukan untuk memastikan setiap orang memiliki akses ke diagnosis dan pengobatan yang lebih baik. 

Di kesempatan yang sama, Spesialis Gastroentero-Hepatologi, MRCCC Siloam Hospital Dr dr Cosmas Rinaldi Lesmana mengatakan, pada umumnya, kanker hati tidak menunjukkan gejala kecuali saat sudah memasuki stadium lanjut. 

"Sering kali gejala kanker hati yang dirasakan oleh pasien mirip dengan gejala penyakit lainnya. Oleh karena itu, masyarakat perlu memeriksakan diri untuk memberikan petunjuk gejala yang umumnya tidak dirasakan oleh pasien," ungkapnya. 

Selain itu, bagi pasien yang memiliki risiko tinggi, pemeriksaan perlu dilakukan secara rutin, misalnya setiap 6 bulan sekali dengan pemeriksaan USG dan cek darah. 

"Hal ini sangat penting untuk membantu masyarakat untuk dapat menemukan kanker hati sejak stadium dini sehingga dapat diobati secara tepat waktu dan efektif untuk meningkatkan harapan hidupnya," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT