03 December 2021, 23:12 WIB

Kolaborasi Itama Ranoraya-PMI DKI Jakarta Ikut Jaga Stok Darah di Ibu Kota 


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

PT Itama Ranoraya menjalin kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta menggelar kampanye BE THE 1 TM, berupa donor darah yang berlangsung di MTH Square, Jakarta, Jumat (3/12).

BE THE 1TM adalah kampanye global untuk menciptakan gerakan donor darah dalam upaya meningkatkan jaminan ketersediaan suplai darah dan plasma, termasuk memastikan ketersediaan pasokan darah saat dibutuhkan pasien, yang hidupnya bergantung dari transfusi.  

Sebelumnya kegiatan serupa sudah dilaksanakan oleh IRRA pada 24 September 2021, yang sebagai tahap awal secara berkala programnya akan berlangsung tiga bulan sekali sampai Desember 2022. Nantinya diharapkan kegiatan sejenis akan diadakan secara berkelanjutan dan programnya dapat diduplikasi di tempat-tempat lain.   

Direktur PT Itama Ranoraya Dodi Nurzani menjelaskan, kegiatan kemanusiaan itu merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah agar ketersediaan darah terjaga optimal sehingga dapat menekan angka kematian akibat kekurangan darah.   

Selama masa pandemi hampir 2 tahun terakhir, stok darah di Unit Donor Darah (UDD) menurun drastis, karena kegiatan donor darah yang biasanya diadakan di sejumlah kantor, lembaga, dan instansi tidak dapat dilaksanakan, terkait keharusan bekerja dari rumah untuk menghindari terjadinya penyebaran virus Covid19 yang lebih masif.  

“Itu sebabnya kami fokus meningkatkan kembali kepedulian terhadap sesama melalui aksi donor darah, yang sebelumnya diadakan secara rutin di sejumlah kantor dan instansi," ujar Dodi. 

Baca juga : Prof Deby Ingin Jadikan RI Pusat Medical Tourism Sel Punca

Dodi menambahkan target yang dipatok untuk sekali kegiatan donor darah berkisar antara 200 sampai 300 kantong darah. Karenanya selain diikuti oleh para karyawan IRRA di seluruh Indonesia, kegiatan ini juga dapat diikuti oleh masyarakat umum di sekitar IRRA berada.   

Ketua PMI DKI Jakarta Rustam Effendi mengemukakan harapannya, agar kegiatan semacam itu menggerakkan juga inisiasi perusahaan dan lembaga (instansi) lainnya melakukan donor darah secara rutin setiap dua bulan sekali. 

Dengan demikian kebutuhan stok darah di PMI DKI Jakarta 1.000-1.200 kantong per hari dapat terpenuhi.   

“Unit Donor Darah PMI DKI Jakarta selama masa pandemi mengalami krisis stok darah, sementara kebutuhan permintaan darah dari rumah sakit terus ada. Karena memang pasien dengan penyakit seperti thalassemia, kanker, hemofilia secara rutin membutuhkan transfusi darah. Selain beberapa kondisi pasien lain yang sesegera mungkin memerlukan darah tambahan," ujar Rustma. 

Banyak benefit bagi pendonor yang melakukan donor darah secara rutin yaitu badan yang terasa lebih segar, dan dapat secara rutin memeriksa kesehatan, khususnya untuk empat jenis penyakit seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C dan Sifilis.  

Kendati diselenggarakan di lingkungan kerja IRRA tetapi kegiatan donor darah tetap mengikuti protokol Covid-19, dan patuh pada ketentuan yang diberlakukan seperti menggunakan masker, pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki area, menghindarkan terjadinya kerumunan, serta menjaga jarak baik di antara para peserta maupun pihak penyelenggara. Sebelum melakukan donor darah semua peserta akan diswab dulu, dengan menggunakan Antigen Nasal. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT