02 December 2021, 17:49 WIB

Kemensos Dorong Sekolah Penuhi Aksesibiltas untuk Penyandang Disabilitas


Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora

DALAM rangka hari disabilitas Internasional (HDI) pada tanggal 3 Desember, Kementerian Sosial Republik Indonesia menggelar serangkaian acara sebagai bentuk penghormatan bagi para penyandang disabilitas khususnya di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kemensos, Harry Hikmat mendorong pemerintah daerah agar terus bisa memenuhi kebutuhan bagi para  penyandang disabilitas, khususnya terkait pendidikan. 

"Pemahaman inklusif berarti ada kesetaraan berarti tidak membedakan kesempatan, sekolah bisa di sekolah umum bukan dimarjinalisasi menjadi sekolah khusus," ungkapnya dalam diskusi dengan tema 'Mendorong Munculnya Kepemimpinan Anak dan Remaja Disabilitas Melalui Partisipasi dan Layanan yang Inklusif', di gedung Kemensos Jakarta, Kamis (2/12). 

Lebih lanjut, menurutnya sekolah harus menyiapkan fasilitas hingga aksesibilitas serta para guru yang mumpung, dan Pemerintah Daerah bisa menyiapkan transportasi perjalanan dari tempat tinggal ke sekolah.

"Agar anak anak kita dari sedari kecil bisa mendapatkan pendidikan seperti anak anak pada umumnya," jelasnya. 

"Yang terjadi sekarang justru langkah kebijakan cenderung memarjinalisasi keberadaan teman2 disabilitas. Itulah makna penghormatan, untuk bisa memberikan ruang inklusif, menempatkan mereka dalam posisi sebagai subjek," sambung Harry. 

Baca juga: Pelantikan KND Bukti Nyata Komitmen Pemerintah Penuhi Hak Penyandang Disabilitas

Perayaan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2021 resmi dibuka oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Jakarta. Peringatan ini menandakan bahwa Negara Indonesia sangat berkomitmen dalam upaya penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan.

Rangkaian HDI 2021 yang dimulai hari ini diisi dengan sosialisasi dan publikasi, webinar series, pameran lukisan dan foto, penyerahan bantuan ATENSI, gebyar inklusi, penyuluhan sosial, melukis bersama penyandang disabilitas, pameran kerajinan tangan hasil karya penerima manfaat, penampilan seni dari penyandang disabilitas hingga kuliner dari berbagai balai rehabilitasi sosial.

"Pameran ini kita adakan selama 3 hari dan setiap hari kita akan diskusi bermacam macam. Kita ingin seluruh Indonesia bisa melakukan kegiatan tidak hanya acara ceremonial, tetapi menampilkan karya teman-teman penyandang disabilitas yang tidak kalah dengan teman-teman lainnya," jelas Mensos Risma. (A-2)

BERITA TERKAIT