30 November 2021, 15:43 WIB

Pakar UGM Yakini Virus Korona akan Terus Bermutasi


Ardi Teristi Hardi |

GURU Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, Prof. drh. R. Wasito, M.Sc., Ph.D., mengatakan, ia telah meneliti virus korona pada hewan sejak 33 tahun lalu. Berbeda dengan yang dilakukannya sejak 1988, penelitian yang dilakukannya kala itu tentang virus korona pada hewan ternak besar, unggas, dan hewan kecil. 

Wasito menuturkan, awalnya virus ini tidak menular ke manusia. Menurutnya, covid-19 yang diyakini berasal dari kelelawar sudah mengalami ribuan mutasi dalam tubuh kelelawar sehingga mampu menular ke manusia dan kini sudah antarmanusia. "Di kelelawar terjadi mutasi yang berulang-ulang sehingga dulu bisa menyebabkan SARS dan MERS. Saat ini masih dicari bisa terjadi mutasi berulang sampai beribu kali dalam sirkulasi darah dan dalam sel jaringan kelelawar yang menjadi misteri, tetapi tidak semua kelelawar memiliki korona," kata Wasito dalam webinar yang bertajuk Merdeka Covid-19 yang diselenggarakan oleh Departemen Patologi Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Selasa (30/11).

Namun, setelah mengalami banyak mutasi di kelelawar, virus korona akhirnya bisa menular ke manusia. Meski begitu, gejala yang ditimbulkan bagi hewan yang terinfeksi virus korona umumnya memang menyerang saluran pernapasan, tetapi tidak sedikit juga menyerang saluran pencernaan pada hewan.

Gejala terpapar covid-19 pada manusia yang lebih banyak menyerang saluran pernapasan dengan muncul batuk dan pilek hingga gangguan pernapasan. Ia menduga tidak menutup kemungkinan virus korona menyerang saluran pencernaan dengan munculnya diare akut, seperti yang terjadi pada hewan yang terpapar coronavirus. "Sekarang lewat pernapasan, tetapi bisa saja nanti lewat tinja karena mengalami diare. Saya sudah menduga lama," jelas dia.

Warsito juga menyampaikan, ukuran virus korona yang sangat kecil, yakni 0,1 mikron, membuatnya bisa menembus masker yang dipakai manusia. Ia menyarankan agar lebih banyak menjaga jarak minimal 2 meter agar tidak tertular. "Percuma jika kita memakai masker tapi jarak masih berdekatan dan bersentuhan karena ukuran virus yang kecil ini bisa keluar masuk masker," papar dia.

Ia pun menggarisbawahi tentang kemampuan penetrasi covid-19 yang sangat tinggi pada kondisi tubuh yang mengalami kepanikan atau stres. "Menghindari stres dengan jangan kagetan atau gumunan, tetap menjaga 6M, 3T, lingkungan yang kondusif, dan selalu konsumsi suplemen vitamin," papar dia dalam siaran pers dari Humas UGM.

Baca juga: Tidak Cukup Tutup Akses, Pemerintah Harus Batasi Mobilitas dan Tingkatkan Surveilans Kasus

Wasito juga menyampaikan covid-19 akan terus bermutasi sehingga memunculkan varian baru, seperti Delta dan Omicron. Mutasi virus tersebut bisa terjadi di semua negara tempat covid-19 pernah terdeteksi. (OL-14)

BERITA TERKAIT