30 November 2021, 12:51 WIB

Luhut : 10 Kota Turun ke Level 2 karena Tracing Turun


Insi Nantika Jelita | Humaniora

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, berdasarkan asesmen dari World Health Organization (WHO), 10 kabupaten/kota yang kembali ke level 2 covid-19 di antaranya berada di wilayah Jabodetabek, akibat turunnya angka tracing anggota aglomerasi di wilayah itu.

Berdasarkan hasil asesmen 27 November 2021, total terdapat penambahan 23 kabupaten/kota yang masuk ke dalam level 2 dan sebanyak 8 Kabupaten Kota yang masuk ke dalam level 1.

Kemudian, berdasarkan hasil survei Google Mobility Jawa-Bali dan Indeks Belanja Masyarakat menunjukkan mobilitas masyarakat sudah cukup signifikan dibandingkan data pada periode Nataru 2020 dan mendekati periode Libur Idul Fitri 2021.

Baca juga: Upaya Mitigasi Penyebaran Varian Baru Covid-19 Harus Konsisten

"Oleh karena itu, kita harus berhati-hati terhadap indikasi adanya kenaikan kasus dan mobilitas, terutama menghadapi periode Nataru supaya tidak terulang pembatasan sosial yang ketat," kata Luhut dalam keterangan resmi, Selasa (30/11).

Menurut Menko Marves, kemungkinan ini harus dijadikan sebagai pengingat untuk lebih taat protokol kesehatan dan 3T, bukan untuk menimbulkan kepanikan.

"Saat ini, jumlah testing dan tracing kita pun sudah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan November tahun lalu. Tingkat vaksinasi kita juga sudah di atas 60% dibandingkan dengan 2020 di saat program vaksinasi belum berjalan," sebutnya.

Selain itu, Luhut meminta masyarakat tak panik karena pemerintah telah memiliki aplikasi yang terintegrasi PeduliLindungi yang perlu untuk terus ditegakkan penggunaannya.

Dalam kesempatan yang sama, Luhut juga memaparkan akibar perkembangan kasus varian Omicron yang telah menyebar di beberapa negara, seperti Afrika Selatan dan lainnya dengan pengetatan pintu masuk internasional.

Pemerintah, ungkapnya, telah mengambil langkah-langkah kebijakan yang telah diumumkan sebelumnya dan akan terus mengevaluasi kebijakan setiap saat untuk meminimalisasi dampak dari masuknya varian baru ini. (OL-1)

BERITA TERKAIT