29 November 2021, 18:19 WIB

Prediksi Sebelum Munculnya Omicron, Gelombang ke-3 bisa Capai 400 Ribu Kasus


Theofilus Ifan Sucipto | Humaniora

SATUAN Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 membuat modeling prediksi skenario gelombang ketiga covid-19 di Indonesia. Prediksi dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan pembelajaran mesin (machine learning).

"Kita masukkan variabel-variabel yang mungkin berpengaruh seperti mobilitas dan kepatuhan protokol kesehatan (prokes)," kata anggota tim pakar Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah dalam telekonferensi di Jakarta, hari ini.

Dewi mengatakan pihaknya juga memasukkan kondisi covid-19 terkini di Indonesia. Mulai dari penambahan kasus hingga jumlah kasus aktif.

Satgas menemukan empat skenario. Pertama, skenario saat kekebalan kelompok terbentuk, mobilitas terjaga, dan tidak ada varian baru. Hasilnya, Indonesia tidak mengalami gelombang ketiga.

Baca juga: WHO: Omicron Timbulkan Risiko Global yang Sangat Tinggi

Skenario kedua, yakni, kekebalan kelompok belum terbentuk, mobilitas tinggi, dan kepatuhan prokes cukup baik. Hasilnya, Indonesia bisa mengalami gelombang ketiga dengan puncak kasus aktif sebanyak 70 ribu.

Skenario berikutnya ialah kekebalan kelompok belum terbentuk, mobilitas tinggi, dan kepatuhan prokes rendah. Puncak kasus aktif diramal mencapai 260 ribu saat gelombang ketiga.

Skenario keempat, yakni kekebalan kelompok belum terbentuk, mobilitas tinggi, kepatuhan rendah, dan muncul varian baru yang lebih menular. Tingkat penularan yang diinput sebesar 40 hingga 50 persen. Dewi mengeklaim skenario tersebut dibuat sebelum muncul temuan virus Omicron.

"(Puncak kasus aktif) naik di kisaran 400 ribu," papar Dewi.

Meski begitu, Dewi menyebut prediksi 400 ribu kasus aktif tidak setinggi puncak gelombang kedua pada Juli 2021. Asumsinya, cakupan vaksinasi sudah semakin luas dibanding Juli lalu. (OL-4)

BERITA TERKAIT