28 November 2021, 21:25 WIB

Kemunculan Varian Omicron, Masyakarat Diminta Tidak Panik


M. Ilham Ramadhan Avisena |

Varian Omicron menambah jumlah varian dari virus covid-19 yang telah ada yakni Alpha, Beta, Gamma, dan Delta. Mutasi dari covid-19 itu diketahu berjumlah 50 jenis, 30 di antaranya diidentifikasi buruk dan terdapat pada empat varian covid-19.

30 mutasi buruk itu dikelompokkan ke dalam tiga bagian, yakni mutasi yang meningkatkan keparahan; meningkatkan transmisi penyebaran; dan menurunkan kemampuan antibodi. Budi menyatakan dari 3 kelompok tersebut, belum diketahui pasti mana yang ada di dalam varian Omicron.

Sejauh ini kabar yang beredar mengenai varian Omicron masih sekadar dugaan lantaran varian tersebut masih dalam proses studi lebih lanjut. "Jadi ada tiga kelompok bahaya, meningkatkan keparahan, meningkatkan transmisi, menurunkan kemampuan dari antibodi dari infeksi dan vaksinasi,” ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Minggu (28/11).

"Untuk yang pertama belum ada konfirmasi, untuk yang kedua dan ketiga, kemungkinan besar iya, tapi belum konfirmasi karena sedang diteliti terus oleh para ahli," tambah dia.

Karenanya, dia meminta semua pihak untuk tidak memperburuk keadaan dengan menyebarkan kabar burung yang belum pasti kebenarannya. Budi meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti anjuran para ahli maupun kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi ini.

Dia juga memastikan, negara-negara di dunia, termasuk Indonesia telah memiliki kesiapan dan kematangan laboraturium untuk menghadapi pandemi covid-19.

"Indonesia dan dunia sudah cepat mengidentifikasi, sudah memiliki kapasitas lab yang baik, sehingga kalau ada varian baru kita tahu dan kita langsung bisa antisipasi. Jadi kita juga tidak perlu terlalu panik, terburu-buru, dan mengambil kebijakan yang tidak berbasis data," jelas Budi.

Varian Omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan berdasarkan pengumuman WHO pada 9 November 2021. WHO kemudian memasukkan Omicron ke dalam daftar variant of concern (VOC) yang menjadi perhatian lantaran memiliki penularan tinggi, virulensi tinggi, dan menurunkan efektivitas diagnosis, terapi serta vaksin yang ada.

Omicron bergabung dengan varian covid-19 lainnya yang juga masuk dalam VOC seperti Alpha, Beta, Gamma, dan Delta. Varian dengan nomor ilmiah B.1.1 529 itu setidaknya telah menyebar ke beberapa negara mulai dari Inggris, Jerman, Belgia, hingga Hong Kong. (OL-15)

BERITA TERKAIT